Sukses

41 RS Siloam Sediakan Layanan Homecare, Ratusan Dokter Siap Periksa ke Rumah Pasien

Liputan6.com, Jakarta - PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) di sektor pelayanan kesehatan, terus meningkatkan dan memperluas layanannya melalui Siloam Homecare Services.

Perluasan ini untuk menjangkau pasien yang secara fisik tidak dapat datang ke RS Siloam sehingga mereka dapat berkonsultasi dengan dokter dari kenyamanan rumah mereka.  Saat ini, seluruh 41 RS Siloam menyediakan layanan homecare kepada pasien sekitar lokasi Siloam Hospital

Siloam Homecare Services menyediakan berbagai perawatan medis bagi pasien termasuk pengujian Covid-19 dan vaksin, perawatan luka, nursing care, perawatan onkologi kemoterapi, perawatan pasca bedah, perawatan ibu dan anak, rehabilitasi medis, medical check-up, hingga jasa katering makanan sehat.  

Per September 2022, Siloam Homecare Services telah melayani lebih dari 21.000 pasien. RS Siloam juga menyiapkan 347 dokter dan spesialis untuk layanan perawatan di rumah pasien. Pertumbuhan kinerja Siloam International Hospitals ini tentu saja berimbas positif terhadap induk usahanya yaitu Lippo Karawaci yang merupakan pemegang saham utama dengan kepemilikan 58,05 persen.

Group CEO Lippo Karawaci sekaligus Komisaris Utama Siloam International Hospitals  John Riady mengatakan, Lippo Karawaci melalui SILO berkomitmen untuk terus mengembangkan industri kesehatan di Indonesia.

"Industri kesehatan merupakan salah satu industri atau sektor yang penting dan perlu dikembangkan di Indonesia. Terlebih lagi, perekonomian diperkirakan semakin bertumbuh dan kebutuhan akan fasilitas kesehatan semakin tinggi. LPKR melalui SILO akan terus melanjutkan ekspansi. Kami memiliki misi untuk memenuhi kebutuhan healthcare di Indonesia, dan tentunya berkomitmen untuk terus bertumbuh," kata John dalam keterangan tertulis, Kamis (16/3/2023).

Kinerja SILO

Seperti diketahui, per Kuartal III2022, SILO membukukan pendapatan sebesar Rp 5,4 triliun, dengan EBITDA Rp 1,4 triliun dan laba bersih Rp 457 miliar.

SILO juga mencatat jumlah Inpatient Days dan jumlah Pasien Rawat Jalan tertinggi pada Kuartal III 2022, dibandingkan dengan 10 kuartal sebelumnya. Inpatient Days pada 9 bulan tahun 2022 meningkat 8,3 persen menjadi 587.617 hari dibandingkan dengan 542.772 hari pada 9 bulan tahun 2021.

Dalam 9 bulan tahun 2022, SILO telah melayani lebih dari 2,2 juta pasien rawat jalan, meningkat 32,2 persen dibandingkan dengan 9 bulan tahun 2021.

2 dari 3 halaman

Lewat MySiloam, SILO Tingkatkan Layanan dan Pengalaman Pasien

Anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) di sektor kesehatan yaitu PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) berkomitmen melanjutkan investasi dalam digitalisasi proses pelayanan di rumah sakit. Salah satunya digitalisasi yang dijalankan oleh Siloam Hospital adalah melalui aplikasi MySiloam yang merupakan bagian dari rangkaian transformasi digital untuk mengintegrasikan layanan dan pengalaman pasien.

Seperti diketahui, aplikasi MySiloam terus menunjukkan kontribusi positif dalam meningkatkan efisiensi pelayanan dan pengalaman pasien melalui fitur-fitur online yang melengkapi dan meningkatkan layanan offline RS Siloam.

Pasien juga dapat menggunakan aplikasi MySiloam sebagai asisten virtual saat mengunjungi RS Siloam. Fitur ini memungkinkan pasien untuk melakukan check-in tanpa sentuhan dan antrian virtual untuk meningkatkan pengalaman pasien selama berada di RS Siloam.

Aplikasi MySiloam juga telah diunduh lebih dari 1 juta pengguna dengan rata-rata pengguna aktif bulanan mencapai 100.000 pasien dan rata-rata tingkat engagement lebih dari 77 persen. Kinerja Siloam International Hospitals ini tentu saja berimbas positif terhadap induk usahanya Lippo Karawaci yang merupakan pemegang saham utama dengan kepemilikan 58,05 persen.

 

3 dari 3 halaman

Mengembangkan Industri Kesehatan

Group CEO Lippo Karawaci sekaligus Komisaris Utama Siloam International Hospitals John Riady mengatakan, LPKR melalui SILO berkomitmen untuk terus mengembangkan industri kesehatan di Indonesia.

"Industri kesehatan merupakan salah satu industri atau sektor yang penting dan perlu dikembangkan di Indonesia. Terlebih lagi, perekonomian diperkirakan semakin bertumbuh dan kebutuhan akan fasilitas kesehatan semakin tinggi" kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (9/3/2023).

"LPKR melalui SILO akan terus melanjutkan ekspansi. Kami memiliki misi untuk memenuhi kebutuhan healthcare di Indonesia, dan tentunya berkomitmen untuk terus bertumbuh," tambah John.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.