Sukses

Tol Bengkulu-Taba Penanjung Bakal Dibuka Gratis, Pengguna Tetap Harus Tapping E-Money

Liputan6.com, Jakarta - Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Tol Lubuk Linggau-Curup Bengkulu Seksi 3 Tol Bengkulu-Taba Penanjung sepanjang 17,6 km dalam waktu dekat rencananya akan segera beroperasi tanpa tarif alias gratis.

Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro mengatakan, Hutama Karya telah mengantongi Keputusan Menteri (Kepmen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 1482/KPTS/M/2022 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol Jalan Tol Bengkulu-Taba Penanjung.

Sesuai arahan regulator, ia meneruskan, Hutama Karya siap mengoperasikan jalan tol ini sejak menerima Kepmen tersebut. Adapun untuk mendukung pengoperasiannya, perserian telah menyiapkan fasilitas dan personil siaga, diantaranya 101 personil siaga yang terdiri dari petugas layanan operasi, paramedis dan patroli.

"Nantinya akan diberlakukan sistem one gate dengan melakukan satu kali tapping di Gerbang Tol (GT) Bengkulu di daerah Betungan," jelas Koentjoro, Kamis (1/12/2022).

Lebih lanjut, Koentjoro menambahkan, sebelumnya jalan tol ini telah dilakukan Uji Laik Fungsi (ULF) pada 13-14 April 2022 dan di uji coba dengan dioperasikan secara fungsional pada saat momen Mudik Lebaran 2022, dengan telah dilalui lebih dari 45 ribu kendaraan dengan zero kecelakaan.

 

"Pelatihan diberikan kepada petugas terkait kesamaptaan, pelayanan prima, penanganan gawat darurat, dan lainnya sehingga petugas telah siap melayani pengguna jalan tol di Bengkulu-Taba Penanjung," imbuh Koentjoro.

Adapun sesuai arahan pemerintah, pengoperasian ruas jalan tol ini masih belum dikenakan tarif selama masa sosialisasi berlangsung.

"Meski belum bertarif, pengguna jalan tol tetap harus melakukan tapping kartu uang elektronik saat melintas di GT Bengkulu. Kami juga mengimbau pengguna jalan yang ingin melintas untuk dapat menggunakan jalan tol secara bijak dengan selalu mematuhi tata tertib yang berlaku di jalan tol saat melintas," tuturnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

7 Ruas Baru Tol Trans Sumatera Bisa Dilewati Mulai 2023, Ini Daftarnya

PT Hutama Karya (Persero) target sebanyak tujuh ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) bisa rampung dan beroperasi pada periode 2023-2024. Ketujuh ruas tol tersebut merupakan bagian dari proyek Jalan Tol Trans Sumatera Tahap I sepanjang 1.064 km.

Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto menyampaikan, menurut data per 31 Oktober 2022, perseroan sudah menyelesaikan sekitar 570 km Jalan Tol Trans Sumatera.

"Yang terbaru adalah Taba Penanjung-Bengkulu, ini sudah dioperasikan, tapi belum diresmikan," kata Budi Harto dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (16/11/2022).

Untuk tambahan 7 jalan tol, antara lain ruas Simpang Indralaya-Muara Enim Seksi 1 Simpang Indralaya-Prabumulih sepanjang 65 km, yang pembebasan lahannya sudah mencapai 96 persen dengan progres konstruksi 85 persen.

Kemudian, ruas Tol Padang-Sicincin sepanjang 37 km, dengan pembebasan lahan 72 persen dan konstruksi 45 persem. Diikuti ruas Tol Pekanbaru-Pangkalan sepanjang 64 km, dengan lahan terbebas 75 persen dan konstruksi 80 persen.

"Lalu Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Siantar 93 km lahan 93 persen konstruksi 70 persen, Kisaran-Indrapura 48 km lahan 40 persen konstruksi 64 persen," papar Budi Harto.

 

3 dari 3 halaman

Tol Binjai-Langsa

Budi mengatakan, Hutama Karya pun akan menyelesaikan ruas Tol Binjai-Langsa Seksi Binjai-Pangkalan Brandan sepanjang 58 km, dimana 12 km diantaranya sudah beroperasi. Kini, progres pembabasan lahannya mencapai 74 persen dengan konstruksi 57 persen.

Juga ruas Tol Sigli-Banda Aceh sepanjang 74 km, dimana sekitar 36 km diantaranya sudah beroperasi. Progres pembebasan lahannya pun sudah mencapai 99 persen, dengan tingkat konstruksi 91 persen.

"Secara umum, semua ruas ini Insya Allah akan selesai pada pertengahan 2023. Kecuali untuk Padang-Sicincin, karena kemarin ada keterlambatan penyediaan lahan, ini akan baru selesai di awal 2024," ujar Budi Harto.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS