Sukses

Harga Emas Sentuh USD 1.765, Cetak Penguatan Mingguan Terbaik dalam 2 Tahun

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas memperpanjang penguatan atau kenaikan ke level tertinggi dalam tiga bulan pada perdagangan Kamis dan menuju minggu terbaik sejak Juli 2020.

Kenaikan harga emas hari ini terjadi karena adanya tanda-tanda penurunan angka inflasi AS yang mampu mendukung persepsi bahwa Bank Sentral AS atau the Fed akan memperlambat kenaikan bunga acuan pada bulan depan.

Mengutip CNBC, Sabtu (12/11/2022), harga emas di pasar spot naik 0,6 persen menjadi USD 1.765,26 per ons, setelah mencapai level tertinggi sejak 18 Agustus di awal sesi. harga emas telah naik 5 persen pada minggu ini.

Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,9 persen menjadi USD 1.769,60 per ons.

"Kami melihat adanya dampak ke harga emas pada dari keluarnya data CPI kemarin, dolar AS yang lebih lemah dan kemungkinan bahwa Fed akan melakukan kenaikan suku bunga setengah poin versus kenaikan 75 basis poin," kata jelas analis senior RJO Futures Bob Haberkorn.

Harga konsumen AS naik di bawah perkiraan para analis dan ekonom pada Oktober 2022 dan data menunjukkan inflasi tahunan di bawah 8 persen untuk pertama kalinya dalam delapan bulan.

Keluarnya data inflasi memicu penurunan tajam nilai tukar dolar AS, yang menuju penurunan dua hari terbesar dalam hampir 14 tahun. Penurunan dolar AS ini membuat emas lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Perkiraan Kenaikan Bunga The Fed

keyakinan pelaku pasar peluang kenaikan suku bunga 50 basis poin pada pertemuan Fed bulan Desember saat ini di angka 71,5 persen. Angka tersebut naik dari sekitar 50 persen pada minggu lalu.

"Bullish logam mulia naik akhir pekan ini karena postur teknis jangka pendek mereka telah berubah bullish pada saat yang sama indeks dolar AS dan imbal hasil Treasury AS turun," kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.

Emas diperdagangkan di atas rata-rata pergerakan 50 hari dan 100 hari, yang dianggap sebagai sinyal bullish oleh para pedagang.

Sedangkan harga logam mulia lain untuk perak spot tergelincir 0,3 persen menjadi USD 21,60 per ons, tetapi masih siap untuk kenaikan mingguan kedua berturut-turut.

Platinum turun 0,4 persen pada USD 1.028,05, dan menuju kenaikan mingguan keempat berturut-turut.

Paladium melonjak 3,5 persen menjadi USD 2.033,80.

3 dari 3 halaman

Perdagangan Kemarin

Harga emas menguat lebih dari 2 persen pada penutupan perdagangan Kamis pekan ini, menuju level tertinggi dalam lebih dari dua bulan. Kenaikan harga emas hari ini dipicu karena angka inflasi AS pada Oktober 2022 sedikit turun sehingga mengangkat harapan bahwa Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) tidak lagi agresif dalam menaikkan suku bunga.

Departemen Tenaga Kerja mengeluarkan data bahwa angka Indeks Harga Konsumen (CPI) AS naik 0,4 persen untuk periode bulan lalu setelah naik dengan margin yang sama pada September. Angka ini lebih kecil juga dibandingkan dengan prediksi para analis dan ekonom. dalam survei Reuters para ekonom memperkirakan angka angka Indeks Harga Konsumen naik 0,6 persen.

Mengutip CNBC, Jumat (11/11/2022), harga emas di pasar spot naik 2,8 persen menjadi USD 1.753,34 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS melonjak 2,5 persen menjadi USD 1.756,90 per ounce.

"Saat mulai melihat data inflasi yang menunjukkan bahwa kemungkinan tren penurunan, ada ekspektasi bahwa Fed akan mulai memperlambat laju kenaikan suku bunga," kata Direktur Perdagangan Logam Mulia High Ridge Futures, David Meger.

“Oleh karena itu, Anda dapat berargumen bahwa tekanan dramatis yang telah terjadi pada pasar emas selama beberapa bulan terakhir telah dilepaskan dan emas sekarang memiliki kemampuan untuk bergerak lebih tinggi.” tambah dia.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS