Sukses

G20 Sherpa Meeting Ke-2 di Labuan Bajo Fokus di Transisi Energi hingga Sustainability

Liputan6.com, Jakarta - Gelaran acara Presidensi G20 Indonesia terus bergulir. G20 Sherpa Meeting ke-2 akan digelar dalam waktu dekat di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bahasan kali ini akan berfokus pada transisi energi, kepedulian lingkungan, hingga keberlanjutan. Termasuk di dalamnya akan membahas mengenai masukan dari negara-negara anggota G20.

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Korodinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi mengatakan, agenda utamanya adalah mengumpulkan pendapat negara-negara anggota G20. Ini akan jadi modal sebagai tindak lanjut komitmen kedepannya.

“Yang utama adalah akan mendengarkan dan mendapatkan input komentar masukan dari seluruh Sherpa (perwakilan negara) dari hasil-hasil pembahasan semua dibawah Sherpa Track, termasuk juga nanti mengundang engagement group,” terangnya dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Koordinator bidang Perekonomian RI, Kamis (7/7/2022).

“Harapannya dari pertemuan ini, kita mendapatkan gambaran yang akan kita gunakan untuk nanti menyusun leaders declaration,” tambah dia.

Setelah mendapatkan berbagai masukan dari negara anggota G20, Edi mengatakan, langkah selanjutnya akan meramu masukan tersebut. Dimana keseluruhan isu yang dibahas merujuk pada tiga isu utama Presidensi G20.

“Nanti akan ada tugas kita meramu lagi itu semua, kalau kita tahu ada 3 isu utama, tapi di Sherpa ada isu yang cross-cutting yang berhubungan langsung ke masyarakat, ini proses menyusun bagian dari storyline, walau ujungnya akan ke 3 isu utama,” terangnya.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Bocoran

Ia memberikan sedikit bocoran mengenai sejumlah langkah konkret yang nantinya akan jadi buah dari Sherpa Meeting ke-2 ini. Hal ini berkaitan dengan komitmen negara anggota G20 guna mendukung pertumbuhan ekonomi global.

“Tentu masing-masing working group ada, hanya saja kita ingin mendapatkan pandangan, karena ini pendekatan bagi negara G20. Kita bantu pengembangan startup seluruh dunia, ada program dari PBB yang kita libatkan, jadi itulah yang akan kita angkat,” tuturnya.

Di samping itu, pengembangan metode edukasi jarak jauh juga jadi salah satu yang disebut akan diperhatikan negara anggota G20. “Nanti paling tidak list project yang tidak hanya untuk Indonesia, tapi juga negara lain,” kata dia.

 

3 dari 3 halaman

Fokus Perjanjian Multilateral

Lebih lanjut Edi mengungkap dalam forum ini juga nantinya akan berfokus pada perjanjian multilateral. Ini termasuk yang berkaitan dengan sejumlah hasil dari pembahasan working group sebelumnya.

“kita ingin kita ini jadi concrete deliverable di tingkat multilateral ya, karena ada dua, di tingkat bilateral tentu yang kita bahas adalah multilateral, kalau yang bilateral nanti kita selesaikan antar working group,” kata dia.

“Tapi yang multilateral itu kita harapkan nanti ada kesepakatan in akan seperti apa, apakah semua negara ikut apakah ada hal lain yang akan dipersiapkan,” tambah Edi.

Rencana aksi yang nantinya dimunculkan cukup variatif. Artinya, dari masing-masing working group tidak selalu berjumlah banyak. Ia menyebut sejumlah sektor yang memiliki cukup banyak rencana aksi.

Action plan variatif, ada ayng banyak seperti digital economy working group cukup banyak, health juga cukup banyak, agriculture juga cukup banyak. Tapi kan tidak mungkin semua akan diadopsi, akan dilihat mana nanti yang bisa diimplementasikan,” tukasnya.