Sukses

Menko Airlangga Bocorkan 3 Kunci Sukses Indonesia Dongkrak Lapangan Kerja

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi pembicara di acara Jobs Consortium WEF Annual Meeting 2022 di Davos, Swiss, pada Rabu 25 Mei 2022. Dalam agenda ini Menko Airlangga menjadi pembicara bersama dengan para CEO perusahaan top global.

Menko Airlangga Tarto memaparkan tiga strategi utama Indonesia untuk meningkatkan lapangan kerja di masa pandemi Covid-19, yakni melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kartu Prakerja, dan Reformasi Struktural melalui Undang-Undang Cipta Kerja.

Dalam program PEN, Pemerintah memiliki berbagai program untuk mendukung UMKM. Hal tersebut dilakukan karena Indonesia merupakan negara yang dengan jumlah UMKM yang besar, yakni sekitar hampir 65 juta UMKM.

Dalam program PEN Pemerintah memberi bantuan di sektor perekonomian dalam bentuk insentif pajak, subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR), Bantuan Tunai, dan Program Keluarga Harapan. Berbagai bantuan dalam program PEN tersebut disalurkan salah satunya untuk meningkatkan peluang lapangan kerja bagi masyarakat.

Selanjutnya, Kartu Prakerja diinisiasi Indonesia sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas SDM yang mendukung peningkatan produktivitas kerja. Program Kartu Prakerja merupakan kebijakan yang dilakukan Pemerintah dengan memberikan pelatihan untuk skilling, reskilling, dan upskilling, untuk menciptakan SDM yang berkualitas dan berdaya saing.

"Pengembangan kapasitas SDM merupakan modal utama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dunia yang memerlukan kerja sama, koordinasi, dan kolaborasi dari semua pihak terkait," kata Menko Airlangga, Kamis (26/5/2022).

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Iklim Investasi

Tak hanya itu, Menko Airlangga juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk menciptakan iklim investasi yang lebih baik. Komitmen Komitmen ini telah terbukti dari langkah konkret Indonesia melalui reformasi struktural melalui Undang-Undang Cipta Kerja.

Omnibus Law ini telah diakui oleh World Bank sebagai program reformasi ekonomi paling positif yang pernah dilakukan Indonesia selama lebih dari empat dekade dan diharapkan dapat meningkatkan investasi serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

Sebagai penutup, Menko Airlangga kembali mengingatkan akan pentingnya pengembangan kapasitas manusia, sehingga harus dijadikan salah satu kebijakan prioritas yang harus diambil setiap negara untuk mengupayakan ketahanan dalam menghadapi cepatnya laju perubahan dunia, termasuk di dunia kerja.

Untuk diketahui, terciptanya sesi Jobs Consortium pada WEF Annual Meeting 2022 didorong oleh pandemi Covid-19 yang telah menyebabkan sekitar 1,6 miliar pekerja di 210 negara mengalami penurunan pendapatan sebesar 60 persen. Kemudian, terdapat 161 juta pegawai yang kehilangan pekerjaan tetap.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Angka Pengangguran Turun Jadi 5,83 Persen per Februari 2022

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan tingkat pengangguran berkurang, dari semula 6,26 persen pada periode bulan Februari 2021 menurun hingga posisi 5,83 persen pada periode bulan Februari 2022.

Hal itu disampaikan dalam Keterangan Pers Bersama Menteri Kabinet Indonesia Maju, di Kantor Presiden, Senin (9/5/2022).

Menurutnya, langkah efektif yang diambil oleh Pemerintah dalam penanganan pandemi ini juga memberikan dampak penurunan terhadap tingkat pengangguran. Tentunya, hal ini membawa dampak yang positif bagi pemulihan ekonomi di Indonesia.

“Kondisi pandemi yang disebabkan oleh varian Omicron di Indonesia terlihat terus membaik, hal ini terjadi berkat langkah-langkah pengendalian yang dilakukan secara efektif sehingga juga tetap menjaga kinerja perekonomian Indonesia hingga hari ini,” kata Luhut.

Adapun kinerja pertumbuhan ekonomi Q1 tetap pada posisi yang kuat, tumbuh 5,01 persen, didukung oleh kinerja konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor yang solid meski dihadapkan pada tekanan varian omicron.

“Angka ini relatif baik dibandingkan dengan negara-negara dunia,” imbuhnya.