Sukses

Berdayakan Nelayan, PT IWIP Serahkan 20 Alat Tangkap Perikanan di Halmahera Timur

Liputan6.com, Jakarta PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menyelenggarakan program pemberdayaan dengan memberikan bantuan alat tangkap perikanan kepada 20 nelayan di Desa Ekor dan Nusa Jaya, Kecamatan Wasile Selatan, Halmahera Timur. Perusahaan juga memberikan pelatihan kepada nelayan.

Bamtuan yang siberikan berupa 20 unit perahu fiber lengkap dengan mesin, jangkar, tali, dan pelampung. Ini berasal dari program pemberdayaan yang digagas oleh PT IWIP.

Superintendent Eksternal PT IWIP I Gede Pandu Wirawan mengatakan, program ini merupakan hasil dari diskusi antara perusahaan dengan para kepala desa. Karena menurutnya, jika sebuah program hanya berasal dari perusahaan bisa jadi program tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Makanya itu dalam setiap program yang akan kita jalankan ke depannya, itu semua kita harapkan berasal dari ide masyarakat yang paling membutuhkan,” ujar Pandu dalam keterangannya dikutip Selasa (18/5/2022).

Pandu menambahkan, pihaknya rutin berdiskusi dengan bupati guna memberikan dukungan yang tepat.

“Pak Bupati pernah berpesan bahwa program yang berhasil adalah yang berkelanjutan, tidak hanya sampai di penyerahan saja. Jadi ke depannya akan ada lagi pelatihan-pelatihan,” ucapnya.

Ia menyebut program ini merupakan salah satu fokus PT IWIP dalam rangkaian program pengembangan sumber daya manusia. PT IWIP berharap kehadiran industri dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Kita berharap program ini bisa berjalan dengan baik, bermanfaat dan bisa mensejahterakan masyarakat,” imbuhnya.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Bantu Atasi Kemiskinan

Sementara itu, Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub dalam sambutannya berpesan kepada masyarakat bahwa pembangunan maksimal membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan seperti PT IWIP. Bagi Ubaid, bantuan ini merupakan langkah baik dalam membantu pemerintah dalam mengatasi kemiskinan.

“Karena butuh perjuangan, maka kita butuh dukungan, termasuk kehadiran IWIP. Sepanjang ada yang berinvestasi kenapa torang tolak,” katanya.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk selalu menjaga komunikasi yang baik dengan semua pihak, apabila ada hal-hal yang keliru bisa diselesaikan secara baik, sebab kata dia, pembangunan akan berjalan dengan baik jika ada stabilitas.

“Terima kasih PT IWIP atas segala bantuan dan dukungan, mudah-mudahan apa yang diberikan ini bisa memberikan nilai tambah untuk kita semua,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu nelayan penerima bantuan, Rusdi Kulaba, mengaku senang dengan dukungan yang diberikan PT IWIP. Menurutnya, dukungan seperti inilah yang paling dibutuhkan masyarakat.

“Saya berterima kasih kepada PT IWIP yang sudah memberikan bantuan alat tangkap perikanan. Ini dukungan yang kami butuhkan. Semoga ke depannya dukungan-dukungan seperti ini terus berlanjut,” pungkasnya.

 

3 dari 4 halaman

Erick Thohir Perhatikan Ekosistem Nelayan

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, jika ekosistem usaha untuk para nelayan tradisional harus disehatkan. Dia ingin nelayan sejahtera dan ikut memberi kontribusi untuk ekonomi Indonesia.

Erick Thohir menyatakan sudah selayaknya pemerintah menaruh perhatian lebih terhadap para nelayan. Pasalnya Erick Thohir berpandangan jika laut adalah masa depan pangan yang sangat strategis.

"Saya yakin masa depan pangan kita ada di laut. Ada di tangan bapak dan ibu nelayan kecil dan tradisional Indonesia, karenanya ekosistem usaha nelayan harus disehatkan. Mulai dari akses terhadap BBM, pembiayaan hingga pemasaran," tutur Erick Thohir, di Banyuwangi, Minggu (15/5/2022).

Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) ini mengatakan sebagian besar biaya produksi yang dikeluarkan oleh para nelayan adalah untuk membeli bahan bakar. Maka, lanjut Erick Thohir, perlu ada pelayanan khusus BBM untuk para nelayan.

"Saya telah mendengar bahwa 60-70 persen dari biaya melaut nelayan adalah untuk membeli BBM. Maka, sewajarnya tiap-tiap kantung nelayan ada layanan BBM," terang Erick Thohir.

 

4 dari 4 halaman

Sentra Perikanan Nasional

Di hadapan para nelayan banyuwangi, Erick Thohir menyampaikan keinginannya untuk menjadikan lokasi tersebut sebagai sentra perikanan nasional.

Demi mewujudkan hal tersebut, Anggota Kehormatan Banser ini akan memastikan ekosistem usaha yang dibentuk harus mempermudah para nelayan tradisional.

"Kalau Muncar ingin kita kembalikan pada kejayaan sebagai salah satu sentra perikanan nasional, maka ekosistem usaha perikanannya harus memudahkan nelayan kecil dan tradisional tumbuh kembang. Akses terhadap modal, pembiayaan, pemasaran dan kemitraan harus tersedia," jelas Erick Thohir.