Sukses

Proyek Pembangunan RDMP Balikpapan Pertamina Capai 46,92 Persen, Target Selesai 2024

Liputan6.com, Jakarta Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, proyek peningkatan kilang atau refinery development master plan (RDMP) Balikpapan Kalimantan Timur telah mencapai 46,92 persen hingga akhir 2021. Ditargetkan proyek Kilang Balikpapan ini bisa selesai di 2024.

"Pertamina terus mengejar penyelesaian proyek itu untuk dapat meningkatkan kapasitas dan juga peningkatan kualitas pengolahan kilang," kata Nicke Widyawati dikutip dari Antara, Senin (10/1/2022).

Nicke memastikan bahwa proyek pengembangan kilang minyak Balikpapan dan Lawe-lawe tetap berjalan meskipun di tengah pandemi Covid-19.

"Kendala pasti ada seperti pengadaan barang dari luar karena pelabuhan sejumlah negara sempat lockdown akibat pandemi. Namun proyek strategis nasional ini ditargetkan selesai tepat waktu pada November 2024," katanya.

Nicke menjelaskan, proyek RDMP ini sangat strategis terhadap upaya peningkatan ketahanan energi nasional.

Kapasitas produksi produk BBM dan non-BBM RDMP Balikpapan akan meningkat menjadi 360 ribu barel per hari (MBOPD) dari sebelumnya sebesar 260 MBSD.

Selain itu, RDMP Balikpapan juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk BBM menjadi Euro V dan target penyerapan TKDN minimum 30 persen.

"Kompleksitas kilang juga akan bertambah sehingga bisa menghasilkan produk-produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan bisa mengolah minyak mentah dengan kandungan sulfur lebih tinggi," katanya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

TKDN

Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional Djoko Priyono mengatakan capaian proyek RDMP Balikpapan sebesar 46,92 persen tersebut, melampaui target yang ditetapkan pada 2021 sebesar 45,54 persen.

Realisasi proyek RDMP Balikpapan meliputi tahap engineering yang mencapai 9,69 persen, procurement mencapai 25,32 persen, konstruksi 11,79 persen, dan commissioning mencapai 0,12 persen.

Ia mengatakan proyek RDMP Balikpapan hingga akhir 2021 telah memiliki tingkat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 30,06 persen atau senilai Rp 8,4 triliun, dari target TKDN hingga sekitar 35 persen.

Partisipasi perusahaan nasional (vendor dan manufaktur) dalam proyek RDMP Balikpapan mencapai 73 vendor dengan 174 paket pengadaan manufaktur lokal.

Proyek ini juga secara langsung sudah mulai berkontribusi terhadap perekonomian karena hingga Desember 2021 telah melibatkan sebanyak 79 kontraktor/subkontraktor dengan 138 paket pengerjaan, dan menyerap sebanyak 10.048 tenaga kerja lokal.