Sukses

Klaim Tunjangan Pengangguran AS Terendah dalam 52 Tahun

Liputan6.com, Jakarta - Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat mengungkapkan, klaim mingguan untuk tunjangan pengangguran turun ke level terendah dalam multi-dekade pekan lalu.

Dikutip dari laman CNN Business, Jumat (10/12/2021) sebanyak 184.000 klaim tunjangan tercatat, yang disesuaikan dengan perubahan musim. Jumlah itu merupakan level terendah dari klaim awal sejak September 1969, ketika angkanya mencapai 182.000.

Jumlah klaim tersebut juga lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom. Hal ini merupakan bukti lebih lanjut bahwa pemulihan pekerjaan di AS semakin menunjukkan kemajuan musim dingin ini, dengan para pengusaha ang berjuang untuk mendapat staf dan pekerja.

Diketahui bahwa perusahaan-perusahaan di AS masih kesulitan memenuhi tingginya permintaan barang dan jasa, salah satunya karena kesulitan mencari pekerja.

Pada Oktober 2021, AS hanya memiliki 11 juta lowongan pekerjaan yang tersedia dan tidak cukup orang untuk mengisinya.

Sementara itu, 1,9 juta orang di AS menerima tunjangan di bawah berbagai program pemerintah dalam pekan yang berakhir pada 20 November, sebagian besar dicatat oleh bantuan pengangguran reguler negara bagian.

Namun menurut angka Departemen Tenaga Kerja pada Kamis (9/12), klaim tunjangan sebenarnya naik lebih dari 60.000 menjadi total 280.665 pekan lalu tanpa penyesuaian musiman.

"Biasanya, tidak ada gunanya membahas musim karena proses penyesuaian biasanya dikalibrasi dengan baik dan melakukan pekerjaan yang baik untuk menghaluskan guncangan yang diharapkan," kata Ekonom Pasar Uang AS, Jefferies Thomas Simons dalam sebuah catatan kepada klien.

 

2 dari 2 halaman

Dampak Pandemi pada Klaim Tunjangan di AS

Di sisi lain, pandemi telah banyak memperumit proses klaim tunjangan di AS.

Musim panas lalu, ketika klaim masih dalam jumlah jutaan, Departemen Tenaga Kerja membuat perubahan pada metodologi penyesuaiannya.

"Masih menggunakan metodologi baru ini hingga sekarang setelah klaim kembali ke tingkat pra-pandemi," kata Jefferies Simons.

Selain itu, kata Kepala Ekonom Action Economics Mike Englund mengataan jika pada musim liburan meskipun klaim terus menurun sejak September, di mana turun ke level terendah dalam 52 tahun di November, musim liburan, dimulai dengan Hari Veteran dan berakhir hanya dengan Hari Martin Luther King di bulan Februari, adalah periode volatilitas yang meningkat.

Terlepas dari volatilitas, Englund berpikir data klaim menunjukkan kenaikan pekerjaan yang kuat di bulan Desember.