Sukses

Dampak Pandemi Covid-19 Lebih Dirasa Kaum Perempuan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, dampak pandemi Covid-19 lebih dirasakan oleh kaum perempuan. Hal ini karena beban pekerjaan yang dipikul kaum perempuan lebih berat ketimbang laki-laki.

Dia mencontohkan, sektor kesehatan merupakan salah satu yang memberikan beban tinggi bagi kelompok perempuan di tengah pandemi Covid-19. Menyusul tingginya jumlah tenaga kerja kaum wanita ketimbang laki-laki.

"Jadi walaupun Covid-19 tidak memilih laki-laki dan perempuan, tapi karena dia menghantam bidang kesehatan dan sosial, dampaknya lebih berat dan lebih dirasakan langsung. Karena 70 persen tenaga kerja di sektor ini adalah perempuan," ungkapnya dalam acara TINTA IIQ, Jumat (7/5/2021)

Lalu, Pandemi Covid-19 juga menghantam serius kelangsungan bisnis di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Padahal, mayoritas tenaga kerja di sektor informal itu ialah kelompok perempuan yang mencapai 93 persen.

"Jadi, dampaknya menjadi tidak sama. Kita lihat sektor ekonomi yang terkena UMKM itu mayoritas juga pelakunya perempuan," tekannya.

 

2 dari 3 halaman

Ibu Rumah Tangga

Dampak buruk pandemi Covid-19 juga turut dirasakan pada kelompok ibu rumah tangga. Mengingat adanya tambahan beban pekerjaan rumah tangga.

"Karena Covid-19 ini menyebabkan orang harus berada di dalam rumah. Sekali lagi menjadi beban perempuan luar biasa berat," terangnya.

"Jadi, para hadirin yang saya hormati, ini memang sesuatu yang memberikan dimensi perempuan menghadapi akibat atau implikasi yang lebih berat," ucap dia mengakhiri.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: