Sukses

BERANI BERUBAH: Penyambung Hidup Bernama Kolang-Kaling

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 tak kunjung usai. Selain membatasi pergerakan, pandemi ini juga memberi dampak besar bagi masyarakat yang bergerak di sektor informal. Salah satu yang merasakannya adalah Umin, seorang petani kolang-kaling di daerah Sodong, Tasikmalaya.

Sebelum pandemi, penjualannya selalu baik dan rezeki lancar mengalir. Namun kini, Umin harus memutar otak lebih keras demi bisa bertahan di tengah masa sulit ini.  

“Sebelum Corona, saya penjualan biasanya kalau mau masuk hari-hari, seperti sekarang mau masuk hari puasa kan, nah itu paling bagus, paling tinggi. Sampai Rp 12.000, yang paling normalnya tuh Rp 8.000,” tutur dia kepada Tim Berani Berubah.

“Kalau sekarang sudah ada pandemi, makanya saya susah bukan main, dikarenakan menurunnya penghasilannya lebih jauh daripada yang ke belakang,” sambungnya. 

Namun, Umin tak ingin menyerah sampai di situ saja. Semangatnya untuk tetap bertahan memang patut dicontoh. Demi keluarganya, Umin tetap bergerak dan terus menekuni usaha kolang-kaling miliknya. Ramadhan tahun ini diharapkannya akan lebih baik daripada tahun lalu.

Meski hanya cukup, namun pekerjaan ini halal. Umin memiliki banyak harapan untuk masa depan, dan dia tetap berpikiran positif meski dunia sedang dilanda malapetaka bernama virus corona.

“Yang penting bagus, seperti ini bagus kata agama dan kata negara. Enggak akan merugikan orang, engga akan merugikan diri kita sendiri,” ujar dia.

2 dari 3 halaman

Menunggu Penuh Ikhlas

Umin tahu pandemi ini masih akan berlanjut sampai entah kapan. Namun, dia ikhlas dan akan tetap bersabar. Selama pandemi ini berlanjut, dia akan terus berjuang untuk tetap tegak berdiri.

“Kalau saya enggak benar-benar mencari nafkah untuk anak-anak, ini bagaimana kan. Meskipun susah bukan main, usaha saya ke sana ke sini pun juga kan ada di bawah, tapi bagaimana caranya supaya kita makan, supaya kita hidup,” ungkap Umin,

Pastinya cerita ini menjadi kisah inspiratif untuk pantang menyerah di saat kondisi terpuruk. Yuk, ikuti kisah ini maupun yang lainnya dalam Program Berani Berubah, hasil kolaborasi antara SCTVIndosiar bersama media digital Liputan6.com dan Merdeka.com.

Program ini tayang di Stasiun Televisi SCTV setiap Senin di Program Liputan6 Pagi pukul 04.30 WIB, dan akan tayang di Liputan6.com serta Merdeka.com pada pukul 06.00 WIB di hari yang sama.

Ingin tahu cerita lengkapnya, simak dalam video berikut ya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: