Liputan6.com, Jakarta - Kolang-kaling, buah kenyal dari pohon aren, menjadi primadona takjil yang banyak dicari selama bulan Ramadhan. Kehadirannya dalam kolak, es buah, atau manisan selalu dinanti untuk menyegarkan dahaga setelah seharian berpuasa. Namun, tak jarang muncul pertanyaan, kenapa kolang kaling masih bau setelah dimasak?
Aroma asam atau "apek" pada kolang-kaling dapat mengurangi kenikmatan hidangan, membuat banyak orang mencari tahu kenapa kolang kaling masih bau setelah dimasak. Bau tidak sedap ini umumnya disebabkan oleh sisa lendir alami yang mengandung bakteri atau proses fermentasi yang tidak tuntas dibersihkan.
Memahami kenapa kolang kaling masih bau setelah dimasak adalah langkah awal untuk mengatasinya. Dengan teknik pengolahan yang benar, Anda tidak perlu lagi khawatir kenapa kolang kaling masih bau setelah dimasak, dan kolang-kaling Anda akan kenyal, bening, serta wangi, siap menjadi takjil favorit di bulan Ramadhan ini.
Advertisement
Mari simak informasi lengkapnya, dalam rangkuman yang telah Liputan6 susun berikut ini, pada Selasa (3/3).
Penyebab Kolang-Kaling Masih Berbau Setelah Dimasak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516591/original/082507500_1772335400-1b373dd3-eda4-4331-bcc7-cdc4305bdf3e.jpg)
Kolang-kaling yang masih mengeluarkan aroma tidak sedap setelah dimasak dapat disebabkan oleh beberapa faktor utama yang berkaitan dengan karakteristik alami buah dan proses pengolahannya. Memahami penyebab ini penting untuk menemukan solusi yang tepat.
Pertama, lendir alami yang tertinggal merupakan biang keladi utama. Kolang-kaling secara alami memiliki lapisan lendir yang mengandung mikroorganisme dan senyawa volatil penyebab bau asam. Jika proses pencucian tidak dilakukan secara menyeluruh, lendir ini akan tetap menempel kuat pada permukaan kolang-kaling, sehingga menimbulkan bau tak sedap.
Kedua, air rendaman yang terfermentasi juga berkontribusi pada bau. Di pasaran, kolang-kaling seringkali dijual dalam keadaan terendam air yang jarang diganti. Air rendaman ini dapat mengalami proses fermentasi alami, yang kemudian menyebabkan bakteri dan aroma asam meresap ke dalam pori-pori kolang-kaling.
Ketiga, proses perebusan yang kurang optimal. Perebusan yang tidak cukup lama atau tidak dilakukan dengan teknik yang tepat dapat menyebabkan aroma asam dari bagian dalam kolang-kaling belum sempat keluar dan terbuang. Merebus kolang-kaling dengan air mendidih selama 10-15 menit diperlukan agar terasa empuk dan menghilangkan lendir yang masih menempel.
Terakhir, tidak menggunakan bahan penetral bau. Mengolah kolang-kaling hanya dengan air dan gula seringkali tidak cukup untuk menetralkan bau asam yang kuat. Diperlukan bahan tambahan yang memiliki kemampuan untuk mengikat atau menetralkan senyawa penyebab bau agar kolang-kaling menjadi lebih segar dan wangi.
Advertisement
Cara Menghilangkan Bau Kolang-Kaling (Tips Profesional)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1583305/original/059522200_1493803350-Potensi-Buah-Kolang-kaling-untuk-Kesehatan-Tulang-dan-Sendi.jpg)
Untuk mendapatkan kolang-kaling yang kenyal, bening, dan bebas bau, ikuti langkah-langkah pengolahan berikut sebelum diolah menjadi hidangan favorit. Teknik ini akan memastikan kolang-kaling Anda siap disajikan dengan sempurna.
1. Cuci Bersih dengan Air Mengalir dan Rendam Air Cucian Beras
Langkah awal yang krusial adalah mencuci kolang-kaling di bawah air mengalir sambil diremas perlahan. Proses ini bertujuan untuk mengangkat kotoran dan lendir yang menempel di permukaan kolang-kaling. Lakukan pencucian minimal dua hingga tiga kali sampai air benar-benar jernih dan tidak beraroma asam.
Setelah dicuci bersih, rendam kolang-kaling dalam air cucian beras (air tajin) selama 1-2 jam, atau bahkan hingga 2-4 jam. Air cucian beras mengandung pati dan senyawa alami yang sangat efektif dalam menyerap bau, mengikat lendir, dan menetralkan aroma asam pada kolang-kaling. Setelah perendaman, bilas kembali kolang-kaling dengan air bersih hingga terasa kesat.
2. Rebus "Dua Kali" (Teknik Blansing)
Masukkan kolang-kaling ke dalam air mendidih dan rebus selama 5-15 menit. Penting untuk membuang air rebusan pertama ini. Tujuan perebusan awal ini adalah untuk membuang sisa lendir, zat asam, dan bau awal yang mungkin masih ada.
Setelah membuang air rebusan pertama, rebus kembali kolang-kaling dengan air bersih yang baru untuk proses pematangan. Rebus selama 15-20 menit hingga teksturnya lunak dan kenyal. Jangan menutup panci terlalu rapat agar uap dapat keluar dan sisa bau menguap.
3. Gunakan Daun Aromatik
Saat perebusan kedua, tambahkan bahan-bahan aromatik ke dalam air rebusan untuk memberikan aroma harum dan membantu menetralkan bau yang tersisa. Anda bisa menggunakan daun pandan untuk aroma harum khas yang menyegarkan.
Daun jeruk juga sangat ampuh dalam menetralkan bau tak sedap; pastikan untuk membuang tulang daunnya agar tidak pahit. Selain itu, kayu manis dapat memberikan aroma hangat dan mewah, serta membantu menghilangkan rasa asam pada kolang-kaling.
4. Tambahkan Sedikit Garam
Menambahkan sejumput garam saat merebus kolang-kaling dapat membantu mengeluarkan kotoran dari dalam buah. Garam juga berperan dalam menjaga teksturnya agar lebih kenyal dan membuatnya lebih awet.
Selain itu, penambahan garam juga dapat memperkuat rasa kolang-kaling secara keseluruhan. Langkah sederhana ini akan memberikan perbedaan signifikan pada hasil akhir olahan kolang-kaling Anda.
Manfaat Kesehatan Kolang-Kaling
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5167169/original/037144900_1742316191-woman-cooking-kitchen_1303-12920.jpg)
Selain lezat dan menyegarkan sebagai takjil, kolang-kaling, buah dari pohon aren, memiliki kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan, terutama saat berpuasa. Buah ini kaya akan berbagai komponen yang mendukung fungsi tubuh.
Kolang-kaling mengandung senyawa galaktomanan yang dipercaya dapat membantu meredakan nyeri dan peradangan pada sendi, khususnya bagi penderita osteoartritis. Kandungan ini menjadikan kolang-kaling pilihan yang baik untuk menjaga kesehatan sendi.
Buah ini juga tinggi serat pangan, dengan sekitar 1,6 gram serat per 100 gram. Serat ini sangat baik untuk melancarkan sistem pencernaan, mencegah sembelit, dan menjaga keteraturan buang air besar, yang penting selama berpuasa.
Dalam setiap 100 gram kolang-kaling, terdapat sekitar 91 miligram kalsium. Kandungan kalsium dan fosfor ini penting untuk menjaga kepadatan dan kekuatan tulang, serta mencegah kondisi seperti osteoporosis.
Kolang-kaling memiliki kadar air yang sangat tinggi, mencapai hingga 91-94%. Kandungan air yang melimpah ini sangat membantu dalam menjaga hidrasi tubuh, terutama setelah menahan haus selama berpuasa.
Â
QnA Seputar Kolang-Kaling agar Tidak Bau dan Tetap Kenyal
1. Kenapa kolang-kaling masih berbau asam meski sudah direbus?
Biasanya bau asam muncul karena lendir alami belum benar-benar hilang atau air rendaman sebelumnya sudah terkontaminasi bakteri. Jika perebusan hanya dilakukan sekali dan airnya tidak dibuang, aroma asam bisa tetap tertinggal di bagian dalam kolang-kaling.
2. Apakah wajib merendam kolang-kaling dengan air cucian beras?
Tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan. Air cucian beras mengandung pati yang membantu mengikat lendir dan mengurangi bau apek secara alami. Alternatif lain, Anda bisa merendamnya dengan air garam atau menambahkan perasan jeruk nipis sebelum direbus.
3. Berapa lama waktu ideal merebus kolang-kaling agar tidak bau?
Untuk hasil maksimal, lakukan perebusan pertama selama 5–10 menit lalu buang airnya. Setelah itu, rebus kembali selama 15–20 menit dengan air baru dan tambahan daun aromatik seperti pandan atau daun jeruk agar aromanya lebih segar.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511286/original/008649500_1771904575-d2a12cb1-d021-42e8-b5e5-136c1cb8e7f6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8566533/original/022742400_1782517134-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8857137/original/028052200_1782926603-000_B8XV4GC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5167171/original/010604800_1742316277-delicious-fruit-jam-bowl_23-2148563226.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516591/original/082507500_1772335400-1b373dd3-eda4-4331-bcc7-cdc4305bdf3e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260381/original/087264700_1781590358-Gemini_Generated_Image_5w4d6l5w4d6l5w4d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5518082/original/031568600_1772460628-unnamed__19_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257564/original/033362500_1781247857-Screenshot_2026-06-12_135419.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534022/original/062063100_1773805437-Gemini_Generated_Image_uqqj9nuqqj9nuqqj.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5454586/original/087764400_1766563377-hvhvcd123n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4776934/original/008441800_1710818622-WhatsApp_Image_2024-03-19_at_09.29.51_7bfff034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5003933/original/061210900_1731486451-kolang_kaling.jpg)