Sukses

Bangga Produk Dalam Negeri Kemenkop UKM Kembali Gelar Pameran di “UKM Jabar Paten”

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Koperasi dan UKM kembali menggelar pameran dan showcase dalam rangkaian kegiatan “UKM Jabar Paten”. Sebanyak 87 produk UKM unggulan di sektor makanan dan minuman serta Kriya Jawa Barat dipamerkan pada 19-25 April 2021.

Asisten Deputi Kemitraan dan Perluasan Pasar, Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Fixy, Senin (19/4) mengatakan pameran yang diselenggarakan di Mall Paskal 23 ini bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Barat.

Sembilan Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Barat turut berpartisipasi, yakni Kota Bandung, Kota Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, Kota Depok, Kabupaten Purwakarta serta UKM binaan Bank Indonesia dan Kementerian KUKM.

Penyelenggaraan “UKM Jabar Paten” merupakan bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang berlangsung selama April 2021 di Provinsi Jawa Barat.

Gernas BBI di Jawa Barat mentitikberatkan pada produk-produk artisan yang sudah dikurasi menjadi produk unggul, dan bukan mass product serta produk yang memiliki kualitas premium dan mampu bersaing dengan produk asing. Mones telah dipasarkan secara luas dalam dan luar negeri hingga ke pasar Amerika Serikat dengan permintaan 1000 box per bulan.

Beberapa produk yang turut dipamerkan, antara lain Mones, produk cokelat asal Bandung yang terkenal dengan kemasannya yang unik. Mones menempatkan setiap varian produknya pada kaleng mirip dengan kaleng untuk pomade dengan tekstur dan rasa yang beragam.

Ely Herlina, pemilik dari Mones ini menuturkan bahwa pada awalnya ia hanya iseng saja membuat cokelat ini untuk konsumsi anak-anaknya saat ia tidak bekerja dan memilih menjadi ibu rumah tangga. Cokelatnya ternyata sangat disukai anak-anak, ia pun secara perlahan mulai memasarkannya secara luas.

Pada tahun 2016, Mones mengikuti pameran internasional, melalui pameran Malaysia International Halal Showcase (MIHAS), produknya pun selalu ludes terjual. Dalam setiap keikutsertaannya di MIHAS, Mones selalu meraih hasil yang maksimal. Berangkat dari situ, peluang Mones untuk menjangkau pasar lebih luas lagi terbuka sangat lebar. Seperti datangnya permintaan 1000 box per bulan dari New York, Amerika Serikat.

Selain itu, Rumah Sandal Geulis turut mewarnai produk yang dipamerkan, dengan karyanya yang unik dan kekinian namun dengan sentuhan tradisional. Salah satu produk unggulannya adalah sandal (slipper) dengan motif Batik khas tatar Parahyangan.

Dari produk makanan, tampil Rendang UniTutie yang memproduksi makanan asli Indonesia, yakni rendang yang telah dinobatkan sebagai masakan terenak di dunia lewat CNN (2017). Rendang UniTuie membuat berbagai varian rending, seperti paru sapi, jengkol, kacang merah dan berbagai produk dendeng balado serta bumbu nasi goreng. 

Rendang UniTutie menggunakan bahan baku lokal serta rempah-rempah alami Indonesia dan tanpa bahan pengawet atau penyedap rasa kimiawi. Melalui proses pemasakannya yang dilakukan secara seksama membuat Rendang UniTutie dapat awet dan tahan selama 3-4 bulan di suhu kamar lebih dari satu tahun dalam kondisi beku tanpa perubahan bentuk dan rasa.

Showcase produk unggulan UKM berkerja sama dengan BNI sebagai sponsor dengan menggelar lomba belanja. Pengujung bisa kut serta dalam kompetisi hanya dengan membeli produk apa pun dan berfoto selfie dengan produk-produk unggulan di Showcase Kementerian Koperasi dan UKM. Selain itu BNI 46 juga menyediakan hadiah bagi Top Spender yaitu pembeli yang memiliki transaksi tertinggi dalam berbelanja.

 

(*)