Sukses

Ramai Dijual di Medsos, Bagaimana Cara Bedakan Uang Palsu dan Asli?

Liputan6.com, Jakarta - Peredaran uang palsu kembali jadi sorotan di tengah upaya pemerintah menyiapkan Rancangan Undang-Undang Pembatasan Transaksi Uang Kartal (RUU PTUK). Uang palsu tersebut bahkan diperdagangkan oleh sejumlah akun di media sosial, seperti yang sedang viral saat ini.

Bank Indonesia (BI) menyatakan mata uang rupiah asli akan sulit diduplikasi, meski sang pengedar mengklaim uang palsu buatannya 100 persen hampir mirip dengan yang asli.

"Ada banyak fitur pengaman yang sangat sulit dipalsukan," ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono kepada Liputan6.com, Kamis (18/2/2021).

Lantas, bagaimana cara membedakan uang palsu rupiah dengan yang asli?

Seperti dicontohkan BI pada uang rupiah tahun emisi (TE) 2016 yang terdiri dari 7 pecahan uang rupiah kertas dan 4 pecahan uang rupiah logam, terdapat beberapa ciri yang bisa membedakan uang rupiah asli dan palsu.

Misalkan ada frasa Negara Kesatuan Republik Indonesia, tanda tangan pemerintah dan Bank Indonesia, salinan teks bertuliskan 'Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia Mengeluarkan Rupiah Sebagai Alat Pembayaran Yang Sah Dengan Nilai...', serta gambar pahlawan nasional atau presiden pada bagian depan uang.

Adapun cara mudah dan efektif untuk mengenali keaslian mata uang rupiah asli yakni dengan menggunakan metode 3D (dilihat, diraba, diterawang).

Pada uang kertas rupiah 2016, terdapat unsur pengaman berupa Multicolour Latent Image yang dapat dikenali dengan cara dilihat. Unsur pengaman tersebut dapat dilihat pada mata uang rupiah pecahan kertas Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, Rp 20 ribu, dan Rp 10 ribu.

Kemudian, adanya benang pengaman yang tertanam pada kertas uang. Benang pengaman tersebut akan berubah warna jika dilihat dari sudut pandang tertentu pada pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu.

Lalu, ada unsur pengaman Tinta Berubah Warna (Colour Shifting) yang terdapat pada uang kertas rupiah. Itu berupa gambar perisai yang di dalamnya berisi logo Bank Indonesia yang akan berubah warna apabila dilihat dari sudut pandang berbeda.

Uang kertas rupiah asli juga akan terasa kasar bila diraba pada gambar utama, gambar lambang negara Garuda Pancasila, angka nominal, huruf terbilang, frasa NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA, dan tulisan BANK INDONESIA.

Kode tuna netra juga tersedia pada uang kertas rupiah TE 2016. Bentuknya berupa pasangan garis yang terdapat di sisi kanan dan kiri uang. Lalu juga ada tanda air berupa gambar pahlawan, ornamen (electrotype) logo Bank Indonesia yang akan terlihat bila diterawang ke arah cahaya pada pecahan Rp 100 ribu, Rp 50 ribu dan Rp 20 ribu, serta gambar saling isi (recroverso) logo Bank Indonesia bila diterawang ke arah cahaya.

Terdapat dua alat bantu sederhana untuk mengenali ciri keaslian uang kertas rupiah, yakni sinar ultraviolet dan kaca pembesar. Kedua alat ini dapat mendeteksi gambar burung elang bondol di uang pecahan Rp 100 ribu, hingga mikroteks BI50000 pada uang pecahan Rp 50 ribu.

 

2 dari 3 halaman

Viral Jualan Uang Palsu di Media Sosial, Klaim 100 Persen Mirip Asli

Penjualan uang palsu semakin berani. Tak diam-diam dan sembunyi-sembunyi, saat ini uang palsu diperjualbelikan melalui media sosial.

Dari pantauan Liputan6.com di instagram, Kamis (18/2/2021), terdapat salah satu akun yang terang-terangan menjual uang palsu. Unggahan dari akun tersebut viral dan menjadi pembicaraan netizen

 

Akun instagram tersebut telah mengedarkan uang palsu secara buka-bukaan sejak Februari 2020.

Adapun sang penjual uang palsu hanya melayani pembelian via transfer, tidak dilakukan secara ketemu atau beli langsung (COD). Akun tersebut juga mengklaim pengiriman uang palsu dilakukan lewat jasa pengiriman seperti JNE, J&T, hingga Cargo Bandara.

Dalam sebuah postingannya, akun Instagram tersebut juga menjamin uang palsu pecahan Rp 50-100 ribu buatannya aman buat belanja dan melunasi utang.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: