Liputan6.com, Jakarta - Ekonom menilai suku bunga acuan (BI Rate) perlu tetap di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) Juli 2026. Â Hal ini mengingat pengetatan kebijakan moneter dengan kenaikan 100 basis poin (bps) sejak Mei 2026 sehingga perlu kehati-hatian.
Ekonom Makro Bank Tabungan Negara (BTN), Myrdal Gunarto menuturkan, investor global sudah kembali ke pasar saham dan pasar Surat Utang Negara (SUN) sehingga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di bawah 17.899, sehingga diperkirakan BI Rate masih tetap 5,75%.
Myrdal menuturkan, cadangan devisa pada bulan lalu naik dibandingkan Mei 2026. Hal ini menjadi sinyal periode puncak permintaan valas domestik telah terlewati.Dia menilai, tekanan yang mulai meningkat saat ini berasal dari nilai impor minyak seiring kembali melonjaknya harga minyak.
Advertisement
Meski demikian, inflasi konsumen diproyeksikan masih berada di bawah 3,5% pada Juli 2026.
"Perekonomian kita saat ini butuh iklim bunga yang bisa dorong pertumbuhan ekonomi bisa lebih agresif lagi. Itu agar pertumbuhan ekonomi kita bisa terakselerasi lagi dari aspek konsumsi, investasi, maupun untuk pembiayaan ekspor," ujar Myrdal, dikutip dari Antara, Rabu, (22/7/2026).
Sementara itu, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky mengatakan, arus portofolio asing ke Indonesia membaik pada 15 Juni-15 Juli 2026. Tercatat arus masuk bersih mencapai US$ 0,70 miliar.
Akan tetapi, nilai tukar rupiah melemah sebesar 2,09 persen (month to month/mtm) dari 17.690 per dolar AS pada 15 Juni menjadi 18.060 per dolar AS pada 15 Juli 2026, meskipun terjadi peningkatan arus masuk portofolio.
Rupiah meski terus mengalami tekanan, cadangan devisa Indonesia meningkat dari US$ 144,9 miliar pada Mei 2026 menjadi US$ 145,6 miliar pada Juni 2026, menandai kenaikan bulanan pertama sejak Januari 2026.
Â
Sisi Inflasi
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
Dari sisi inflasi, LPEM FEB UI memprediksi inflasi tetap berada dalam kisaran target BI, meskipun risiko kenaikan meningkat menyusul ketegangan geopolitik yang kembali memanas di Timur Tengah yang berpotensi menaikkan harga energi global dan berkontribusi terhadap inflasi impor.
Adapun pengetatan moneter lebih lanjut, menurut LPEM FEB UI, kemungkinan hanya memberikan dukungan tambahan yang terbatas bagi rupiah, sementara membebankan biaya yang lebih besar pada kredit domestik, investasi, dan aktivitas ekonomi.
"Kami memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan BI-Rate pada Rapat Dewan Gubernur mendatang sambil mengevaluasi dampak pengetatan kebijakan terbaru terhadap nilai tukar, inflasi, dan aktivitas ekonomi domestik," ujar Riefky.
Â
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5390489/original/006123400_1761278823-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__96_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289169/original/028294300_1783394455-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T102043.787.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259592/original/057928600_1781507421-guru_sekolah_rakyat_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302904/original/046159000_1784611502-Dr.Watermark_1784608315019.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302475/original/037155000_1784555150-Argentina_s_Lionel_Messi__from_right__Rodrigo_De_Paul__Nicolas_Otamendi_and_Leandro_Paredes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301812/original/034405000_1784520388-000_C2LJ6NA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301606/original/080786700_1784502167-063_2286810313.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3284618/original/004329100_1604313218-20201102-Hari-ini-Rupiah-Ditutup-melemah-atas-dolar-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7674053/original/072525200_1780468810-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182873/original/071417500_1744109076-20250408-Penutupan_IHSG-HER_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302208/original/030738800_1784536511-Screenshot_2026-07-20_150334.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301920/original/074173000_1784526084-Penyaluran_Kredit_BI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4637336/original/058328900_1699254250-PHOTO-2023-11-05-14-59-40.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5236694/original/012313000_1748516061-20250529-Harga_Pangan-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3622990/original/075110800_1636016816-20211104-BI-Fast-Payment-1.jpg)