Sukses

Ada PLTS Atap, Pondok Pesantren hingga Sekolah di Jatim bakal Dapat Listrik dari Matahari

Liputan6.com, Jakarta Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti PLTS  (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) Atap terus digenjot karena dinilai bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional, terutama di masa pandemi Covid-19.

Seperti langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun 2021 yang akan membangun  PLTS Atap untuk pelaku usaha UMKM dan Pondok Pesantren.

"Tahun 2021 ini kami akan bantu PLTS untuk UMKM yang produksinya siang hari agar produksi barang kerajinan, jasa, makanan dan minuman di siang hari dengan input energi yang gratis," kata Kepala Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko dalam Webinar Central Java Solar Day, Jakarta, Selasa (16/2/2021).

Pengembangan PLTS Atap juga akan dilakukan di pondok pesantren, area publik dan sekolah. Sasaran lokasi ini karena lebih banyak menggunakan energi listrik di siang hari. Apalagi saat ini sekolah-sekolah sudah banyak menggunakan listrik dalam proses belajar-mengajar.

"Di pondok pesantren, area publik dan sekolah karena mereka sekarang bahan mengajarnya sudah banyak menggunakan listrik," kata dia.

PLTS Atap juga akan dikembangkan di area publik baik di kabupaten atau kota. Sehingga pusat kegiatan masyarakat bisa menikmati listrik cuma-cuma dari pemasangan PLTS Atap.

"Kita juga mendukung bagaimana PLTS Atap untuk bisa hadirkan spot free charging di kabupaten kota tapi mereka bisa sambil belajar juga," katanya.

Pemasangan PLTS Atap ini diharapkan bisa membuat UMKM dan Pondok Pesantren bisa mengurangi beban energi listrik secara signifikan. Sehingga penghematan yang ada bisa digunakan untuk pengembagan usaha.

 

2 dari 3 halaman

Peluang Bisnis dari Pengembangan PLTS Atap

Selain itu, dengan pemasangan PLTS Atap ini bisa membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Khususnya bagi UMKM yang mau ambil bagian dari industri EBT.

"Kita mau tumbuhkan UMKM yang mau mendukung adanya PLTS Atap ini untuk menyediakan jasa perawatan dan service," kata dia.

Sebab, saat ini di Jawa Tengah belum ada penyedia layanan pemeliharaan dan perbaikan PLTS Atap. Maka Pemprov Jawa Tengah akan menginisiasi pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan PLTS Atap bagi lulusan SMK. Dengan begitu, diharapkan lulusan SMK bisa memiliki daya saing dalam dunia usaha dan mengatasi masalah pengangguran.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Ini