Sukses

Perhatikan! Tips Menjaga agar Reputasi Bisnis Tetap Baik

Liputan6.com, Jakarta Memiliki citra baik memang keinginan bagi setiap bisnis yang dijalankan. Untuk itu mengapa penting meminimalkan risiko terjadinya reputasi buruk terhadap bisnis agar tidak merusak citra baik tersebut.

Bisnis yang sudah besar mungkin lebih dikenal oleh publik dan cenderung lebih rentan terkena reputasi buruk dibandingkan bisnis yang masih baru.

Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa hal tersebut juga bisa terjadi pada bisnis yang masih baru dijalankan. Melihat di era saat ini, banyak pemberitaan negatif yang sering disebarkan, terutama di media sosial.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, baiknya sedia payung sebelum hujan. Sebagai pebisnis, Anda harus mengetahui apa saja yang kemungkinan bisa merusak reputasi atau citra baik bisnis Anda.

Berikut ini beberapa masalah yang paling umum terjadi, seperti mengutip laman The Ballance, Selasa (23/2/2021).

1. Hindari Pelanggaran data

Lindungilah data-data perusahaan dan bisnis Anda dengan baik. Berbagai pelanggaran data bisa saja terjadi dan itu dapat merusak citra baik perusahaan Anda.

Data penting yang perlu dilindungi itu seperti nomor jaminan sosial atau hal lain yang dapat menyebabkan lebih banyak kerugian bagi perusahaan. Sebab, pencuri data tersebut bisa saja menyalahgunakan atau menjualnya di black market.

Jika hal itu terjadi, perusahaan akan merugi sebab konsumen mungkin sudah hilang kepercayaan terhadap perusahaan Anda.

Menurut Small Business Adminisration, email phishing kepada karyawan menjadi penyebab utama terjadinya pelanggaran data tersebut.

2. Masalah pada karyawan

Berhati-hati ketika beberapa karyawan Anda saling bermasalah. Apalagi jika mereka sampai melanggar hukum. Hal itu akan memperburuk citra perusahaan. Ditambah lagi jika masalah tersebut disebarluaskan kepada khalayak, seperti oleh media atau beberapa akun penyebar berita lainnya.

3. Memberikan layanan yang tidak maksimal

Setiap bisnis pasti menginginkan memberi pelayanan dan produk terbaik untuk para konsumennya. Namun terkadang, beberapa perusahaan masih ada yang belum memperhatikan bagaimana pelayanan yang memuaskan tersebut.

Seringkali konsumen atau pelanggan mengeluhkan pendapatnya terkait layanan yang tidak nyaman, kurang maksimal, atau bahkan tidak baik itu. Itulah yang menjadi salah satu penyebab merusak citra baik perusahaan.

 

 

 

2 dari 4 halaman

4. Menyebarkan hal negatif di media sosial

Ketika melayani konsumen atau pelanggan dengan tidak maksimal, mereka akan memberikan komentar negatifnya terhadap perusahaan. Itu bisa sebagai bentuk penilaian konsumen terhadap pelayanan.

Saat orang lain membaca komentar negatif tersebut, tentu akan membuat calon pembeli akan merasa ragu untuk membeli produk Anda. Alhasil, lagi-lagi itu bisa menjadi reputasi buruk untuk perusahaan.

5. Kecelakaan di tempat kerja

Hal ini sesekali bisa merusak reputasi perusahaan. Misalnya ada seorang karyawan dari bisnis bidang konstruksi terluka atau mengalami kecelakaan kerja dan tertimpa reruntuhan bangunan.

Hingga akhirnya kejadian tersebut diberitakan dan diketahui banyak orang, bisa jadi itu merusak reputasi perusahaan. Beberapa orang pasti akan berkomentar hal itu dapat dicegah karena bekerja di bisnis konstruksi biasanya akan mendapat jaminan keselamatan kerja.

 

3 dari 4 halaman

Cara Mengatasi Bila Muncul Masalah

Lima hal di atas umum terjadi dalam bisnis atau perusahaan yang dijalankan, baik bisnis besar maupun kecil. Untuk mengatasinya, Anda bisa melakukan hal sebagai berikut.

1. Identifikasi masalah yang berpotensi merusak

Sebagai pebisnis apalagi pemilik, Anda harus lebih memahami berbagai keadaaan di dalam perusahaan. Dengan begitu, Anda bisa mengidentifikasi berbagai masalah yang muncul yang kemungkinan bisa merusak reputasi perusahaan.

2. Bijak menanggapi pelanggan yang berkomentar

Ketika pelanggan berkomentar buruk terkait produk yang kurang baik, Anda bisa menawarkan pengembalian barang atau sejenisnya. Selain itu, ketika pelanggan berkomentar negatif tanpa alasan yang jelas dan tidak sesuai fakta, Anda berhak menangkalnya.

3. Buat kebijakan pemegang akun media sosial

Anda bisa menentukan siapa pemegang akun media sosial perusahaan atau bisnis yang dapat mengakses, siapa yang membalas pesan dari konsumen, atau siapa yang akan merespon pelanggan.

4. Atasi masalah kecil dengan cepat

Munculnya masalah kecil harus segera diselesaikan untuk menghindari masalah tersebut menjadi besar.

5. Buat keamanan siber

Anda bisa menyewa seorang ahli untuk meminimalkan risiko peretasan. Hal itu pun dilakukan untuk menghindari penipuan dan meningkatkan keamanan perusahaan khususnya pada data pelanggan.

6. Cari bantuan yang bisa melindungi

Mungkin Anda bisa menyewa orang ahli untuk membantu perusahaan Anda memantau berbagai kerusakan, menhindari reputasi buruk, dan meningkatkan perusahaan secara keseluruhan.

Reporter: Aprilia Wahyu Melati

 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Ini