Sukses

Menteri PUPR Perintahkan Perbaikan Jembatan Rusak Akibat Banjir Kalsel Dilakukan 24 Jam

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) meminta kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memprioritaskan 3 hal dalam penanganan tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel). Pertama percepatan peningkatan konektivitas untuk membuka daerah terisolir, kedua percepatan proses evakuasi, dan ketiga ketersediaan logistik bagi masyarakat terdampak banjir.

"Pertama untuk infrastruktur jembatan yang rusak saya sudah meminta kepada Menteri PUPR dalam 3-4 hari bisa diselesaikan sehingga mobilitas distribusi barang tidak terganggu," kata Jokowi dalam keterangan tertulis, Selasa (19/1/2021).

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) sendiri dalam mendukung upaya tanggap darurat telah menerjunkan 4 unit alat berat berupa excavator dan 1 unit Dozer, 3 unit dump truck, serta 2 unit mobil double cabin untuk angkutan barang.

Selain itu juga dipasang 3.162 unit bronjong, 6.000 unit sandbag, 30 unit pompa air berkapasitas 520 liter yang tersebar di titik genangan air.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga telah menginstruksikan untuk segera dilakukan perbaikan atau penggantian infrastruktur jembatan yang rusak dengan Jembatan Bailey. Tenggat waktunya paling lama Kamis, (21/1/2021) sudah dapat difungsikan untuk mobilitas masyarakat.

Sebanyak dua jembatan dengan kondisi rusak parah sudah ditinjau Menteri Basuki yakni Jembatan Tabunio II pada Lintas Selatan Kalsel (Sp Liang Anggang-Pelaihari-Batu Licin) dan Jembatan Sungai Salim di Lintas Tengah Kalsel (Banjarmasin-Tanjung-Batas Kaltim).

"Kalau kondisi seperti ini harus dikerjakan 24 jam. Sekarang sudah dipasang sheetpile, tinggal dipasang Baley. Saya ingin paling lambat hari Kamis sudah dapat dilalui," tutur Menteri Basuki.

 

2 dari 3 halaman

Tahap Dirangkai

Jembatan Bailey untuk menggantikan Jembatan Sungai Salim saat ini sudah dalam tahap dirangkai dan siap dipasang. Untuk Jembatan Tabunio II siap dikirim dan di lokasi sedang dilakukan pemasangan sheetpile baja untuk melintas orang dan kendaraan kecil.

Sementara lalu lintas di wilayah tersebut, khususnya jalur Banjarmasin-Batu Licin sementara dialihkan di Kecamatan Pelaihari.

Selain perbaikan infrastruktur, Kementerian PUPR juga mendukung upaya tanggap darurat salah satunya melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) dengan memberikan bantuan 4 buah perahu karet serta 8 pelampung kepada Pemkab Banjar untuk evakuasi warga terdampak banjir serta menyiapkan 2 unit mesin speed boat.

Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalsel, Ditjen Cipta Karya juga telah menyalurkan sebanyak 4 unit Mobil Tangki Air berkapasitas 4.000 liter, 30 unit Hidran Umum berkapasitas 2.000 liter untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, serta 4 unit mobil toilet, 7 unit toilet portable, dan 2 unit mobil tinja untuk keperluan sanitasi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: