Sukses

Kepala BPKH Anggito Abimanyu: Saldo Dana Haji Naik 15 Persen Jadi Rp 143 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - Saldo dana haji yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengalami peningkatan 15,08 persen sepanjang 2020. Saldo dana haji di akhir 2020 tercatat Rp 143,1 triliun, bertumbuh jika dibandingkan dengan akhir 2019 yang tercatat Rp 124,32 triliun.

Saldo dana haji di akhir 2020 tersebut juga melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 139,5 triliun.

Kepala BPKH Anggito Abimanyu bersyukur karena saldo dana haji tersebut mengalami peningkatan di tengah kondisi yang penuh tantangan.

"Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah SWT di tengah situasi sulit akibat pandemi Covid-19 dan kontraksi ekonomi yang menerpa seluruh dunia termasuk Indonesia, BPKH dapat melakukan kelolaan dana haji yang diamanahkan dengan sebaik-baiknya," ujar Anggito Abimanyu, dalam konferensi pers virtual, Rabu (13/1/2021).

Dari jumlah itu, sebesar Rp 99,53 triliun atau 69,6 persen akan diinvestasikan. Sedangkan sisanya sebensar Rp 43,53 triliun atau 30,4 persen akan ditempatkan di bank syariah.

Sedangkan tahun ini, BPKH menargetkan dana kelolaan mencapai Rp 147 triliun. Anggito berharap BPKH dapat terus mendukung penyelenggaraan haji yang lebih baik di Indonesia.

 

2 dari 4 halaman

Per Jemaah

Anggito menjelaskan biaya haji yang dibayarkan jemaah sebelumnya sebesar Rp35,2 juta. Tetapi, pada dasarnya biaya sebenarnya untuk penyelenggaraan haji mencapai Rp69 juta per jemaah.

Sedangkan sisa dana yang dibutuhkan dipenuhi dari hasil efisiensi serta manfaat kelolaan yang dijalankan BPKH.

Ke depan, BPKH berharap dapat segera meluncurkan Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) untuk memudahkan calon jemaah haji mengetahui perkembangan hasil kelolaan dana yang telah disetorkan. Anggito menegaskan pengelolaan dana haji dilakukan secara transparan dan diawasi oleh DPR.

 

3 dari 4 halaman

Bidik Kaum Muda

Tak hanya itu BPKH juga akan membuat 3 segmen dalam pendaftaran calon jemaah haji muda yang terdiri dari haji usia dini untuk pendaftar anak mulai usia 6 tahun.

Kemudian ada haji muda, diperuntukkan bagi kaum muda usia sekolah yang ingin mendaftar haji. Segmen ini menyasar pelajar SMA, mahasiswa atau karyawan yang baru bekerja, dengan masa tunggu haji 5 tahun.

Sedangkan segmen terakhir yaitu Haji Eksekutif. Segmen ini menyasar golongan muda dengan rentan usia mulai 30 tahun.

Ketiga segmen ini dimaksudkan mendorong semangat kaum muda untuk berhaji sejak usia dini, khususnya di kalangan generasi milenial.

Upaya lain yang juga dijalankan BPKH yaitu meluncurkan web series di kanal YouTube agar kaum muda semakin termotivasi untuk menunaikan ibadah haji.

Reporter: Yuni Puspita Dewi

Sumber: Dream.id

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: