Nilai Aset 2025 Bertambah, BPKH: Pengelolaan Dana Haji Berjalan Profesional

Peningkatan itu menunjukkan pengelolaan dana haji nasional yang tetap kuat dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global.

Diterbitkan 12 Maret 2026, 07:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mencatat total aset mencapai Rp 238,99 triliun pada akhir tahun 2025. Angka tersebut meningkat, dari tahun sebelumnya Rp 221,05 triliun.

Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah menilai, peningkatan itu menunjukkan pengelolaan dana haji nasional yang tetap kuat dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global. Menurut dia, pertumbuhan aset mencerminkan pengelolaan dana haji yang terus dijaga secara profesional, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan manfaat bagi jemaah.

“Pertumbuhan aset Konsolidasi BPKH pada 2025 menunjukkan bahwa pengelolaan dana haji tetap berjalan secara sehat dan berkelanjutan. Kami berkomitmen menjaga amanah jemaah melalui pengelolaan yang prudent, transparan, serta memastikan dana haji memberikan nilai manfaat optimal bagi jemaah haji Indonesia,” ujar Fadlul dalam keterangan diterima, Kamis (12/3/2026).

Fadlul menambahkan, peningkatan aset tersebut didukung oleh penguatan portofolio investasi dan penempatan dana jemaah pada berbagai instrumen syariah yang aman dan produktif.

"Hingga akhir tahun 2025, aset investasi dan penempatan dana jemaah tercatat sebesar Rp 169,31 triliun, meningkat dari tahun 2024 sebesar Rp 160,54 triliun," catat dia.

Selain itu, lanjut Fadlul, BPKH juga membukukan pendapatan nilai manfaat Dana Penyelenggaraan Ibadah Haji (PIH) bersih sebesar Rp 11,48 triliun sepanjang tahun 2025 yang meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp11,24 triliun.

"Nilai manfaat tersebut menjadi salah satu sumber penting untuk mendukung keberlanjutan pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji bagi jemaah Indonesia," tegas dia.

 

Jaga Keberlanjutan Nilai Manfaat Dana Haji

Senada, Anggota Badan Pelaksana BPKH Bidang Keuangan dan Akuntansi Amri Yusuf memastikan, BPKH terus memperkuat strategi investasi dan tata kelola keuangan untuk menjaga keberlanjutan nilai manfaat dana haji.

“BPKH terus memperkuat tata kelola serta strategi investasi agar dana haji dikelola secara aman, produktif, dan sesuai prinsip syariah. Optimalisasi pengelolaan dana ini penting untuk memastikan keberlanjutan manfaat bagi jemaah serta mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang lebih baik,” kata Amri.

Selain pengelolaan investasi, BPKH juga terus mendorong pemanfaatan Dana Abadi Umat (DAU) melalui berbagai program kemaslahatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

"Ke depan, BPKH menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola, meningkatkan kinerja investasi, serta memastikan pengelolaan dana haji dilakukan secara transparan dan akuntabel demi memberikan nilai manfaat optimal bagi jemaah haji Indonesia," dia menandasi.