Sukses

PLN Ajak Tertib Gunakan Listrik: Kalau Rumah Tangga, Jangan untuk Bisnis

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya mengajak masyarakat untuk berperilaku tertib dalam menggunakan listrik, untuk menghindari kecelakaan akibat listrik.

General Manager PLN UID Jakarta Raya Doddy B Pangaribuan mengatakan, tertib penggunaan listrik diwujudkan dengan beberapa cara, pertama menggunakan listrik dengan aman sesuai kapasitas daya yang terpasang.

"Tertib gunakan listrk secara wajar sesuai haknya kalau 2.200 VA ya itu tidak lebih. Kalau rumah tangga ya jangan untuk bisnis. Jadi tertib listrik adalah gunakan listrik dengan wajar," kata Doddy, di Jakarta, Selasa (22/12/2020).

Doddy melanjutkan, tertib menggunakan listrik berikutnya adalah tidak melakukan kecurangan dengan kenaikan daya tanpa melapor ke PLN, ini merupakan tindakan illegal.

"Penggunaan listrik yang tidak sesuai peruntukan akan ada tundakan penertiban, di sini biasanya lumayan menantang ada konflik, lebih baik ikuti saja apa yang sudah dinyataan SPJBTL (Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik)," ujarnya.

Menurut Doddy, penggunaan listrik yang tidak tertib sangat berbahaya, sebab bisa terjadi hubungan arus pendek yang dapat menimbulkan korban dan memicu kebakaran.

"Kesetrum kebakaran termask risiko pemakaian (listrik) tidak tertib," tutupnya.

2 dari 4 halaman

PLN Operasikan 20 Unit SPKLU Dukung Pengembangan Kendaraan Listrik

Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (persero), Zulkifli Zaini mendukung penuh terwujudnya era Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan kesiapan perseroan atas pasokan listrik yang cukup dan tersedianya infrastruktur pendukung.

"Melalui public launching ini PLN siap mendukung era Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dan PLN memastikan penyediaan infrastruktur kelistrikan melalui pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)," ujar dia, Jumat (18/12).

Saat ini, PLN sudah mengoperasikan total 20 unit SPKLU PLN dan 2 unit SPKLU yang merupakan pilot project partnership dengan para mitra.

"Dalam pengembangan SPKLU PLN juga meluncurkan platform digital 'charge.in' yang diharapkan menjadi platform tunggal untuk seluruh SPKLU di Indonesia," terangnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menambahkan, diperlukan penggunaan sumber energi lokal terutama energi baru terbarukan dan gas, yang digunakan untuk pembangkit listrik sebagai penyedia listrik bagi KBLBB. Sehingga dapat meningkatkan kualitas udara dan mendukung pencapaian target pengurangan emisi Gas Rumah Kaca nasional.

"Kementerian ESDM berencana pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 2.400 titik, dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) di 10 ribu titik sampai dengan tahun 2025, serta peningkatan daya listrik di rumah tangga pengguna KBLBB," paparnya.

Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya kerjasama semua pihak untuk meningkatkan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

"Dasar pemikiran Program KBLBB tersebut adalah untuk meningkatkan Ketahanan Energi Nasional dengan mengurangi ketergantungan impor BBM, yang akan berdampak positif dalam pengurangan tekanan pada Neraca Pembayaran Indonesia akibat impor BBM," tuturnya.

3 dari 4 halaman

Infografis Keluhan Lonjakan Tagihan Rekening Listrik

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: