Sukses

BCA Rangkul UMKM Kembangkan Bisnis Digital di Indonesia Digital Trade Show 2020

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencermati Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi yang sangat besar dalam perekonomian nasional. Perseroan menilai pandemi Covid-19 telah berdampak besar terhadap sektor UMKM.

Oleh karenanya, BCA mendorong pelaku UMKM untuk terjun di pasar digital. Salah satunya dengan mendukung gelaran Indonesia Digital Trade Show 2020 in conjuction with Indonesia Local Brand Expo 2020, yang merupakan pameran multi industri dan sektor UMKM dengan konsep 3D Interactive Virtual Expo.

Terhitung sekitar 375 pelaku bisnis akan bergabung dalam pameran yang diselenggarakan pada 20 November 7 Desember 2020 dan menampilkan ragam multi industri mulai dari kecantikan sampai fashion.

"Kami menyadari bahwa UMKM menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. BCA secara berkelanjutan berkomitmen untuk terus mendukung UMKM melalui beragam pembiayaan serta program-program yang direalisasi bersama dengan institusi atau lembaga lainnya," kata Executive Vice President Transaction Banking Business Development BCA I Ketut Alam Wangsawijaya, Rabu (18/11/2020).

"Dukungan BCA dalam gelaran Indonesia Digital Trade Show 2020 ini diharapkan dapat membawa UMKM Indonesia bangkit kembali di tengah tantangan pandemi Covid-19 saat ini," dia menambahkan.

Ketut memaparkan, BCA dalam acara ini turut menghadirkan kampanye Bangga Lokal yang merupakan program bagi pelaku usaha UMKM dari perbankan. Lewat program ini, BCA akan merangkul para pelaku UMKM di Indonesia untuk mengembangkan bisnis mereka mulai dari segi marketing, promosi hingga modal usaha.

"Bangga Lokal Vol.1 akan mulai berjalan 20 November 2020 sampai dengan 19 Februari 2021 untuk area Jabodetabek. Lalu, kampanye ini akan berlanjut ke Vol.2 yang akan dijalankan di pertengahan 2021, untuk mengundang lebih banyak lagi UMKM di Indonesia.

"Inisiatif kampanye Bangga Lokal ini kami susun untuk mendukung pertumbuhan bisnis UMKM sekaligus kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas debitur-debitur UMKM yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi negeri," ujar Ketut.

2 dari 3 halaman

Di Tengah Pandemi, Aset BCA Tembus Rp 1.003 Triliun

PT Bank Central Asia Tbk atau BCA mencatat 33 juta transaksi per hari selama Januari-September tahun 2020, meningkat dari 26 juta transaksi per hari pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pada sembilan bulan pertama 2020 mencatat Current Account and Saving Account (CASA) tumbuh 16,1 persen YoY mencapai Rp 596,6 triliun, sehingga menghasilkan total dana pihak ketiga dengan pertumbuhan sebesar 14,3 persen YoY menjadi Rp 780,7 triliun,” kata Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja, dalam konferensi pers Paparan Kinerja BCA Triwulan III 2020, Senin (26/10/2020).

Sementara itu, deposito berjangka meningkat sebesar 8,8 persen YoY mencapai Rp184,1 triliun. Sementara itu, pertumbuhan dana pihak ketiga yang solid tersebut telah mendukung pertumbuhan total aset BCA menembus level seribu triliun atau tepatnya Rp 1003,6 triliun, meningkat 12,3 persen YoY.

Lanjutnya, franchise perbankan transaksi BCA yang didukung oleh besarnya jumlah nasabah dan pengembangan berbagai layanan digital, telah memperkokoh kontribusi CASA sebagai dana inti Bank. CASA memberikan kontribusi sebesar 76,4 persen dari total dana pihak ketiga.

“Kami terus melihat perkembangan yang pesat pada jumlah transaksi melalui mobile dan internet banking,” ujarnya.

Untuk laporan laba rugi, terlepas dari pertumbuhan stagnan pada pendapatan bunga, BCA mencatat pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 9,0 persen YoY menjadi Rp40,8 triliun selama sembilan bulan pertama tahun 2020, terutama ditopang oleh beban bunga yang rendah.

BCA telah menurunkan suku bunga berbagai produk pendanaan, sejalan dengan kebijakan suku bunga rendah dari Bank Indonesia. Pendapatan selain bunga tercatat sebesar Rp15,1 triliun, meningkat 3,0 persen YoY.

“Total pendapatan operasional selama sembilan bulan pertama tahun 2020 mencapai sebesar Rp 55,9 triliun, tumbuh 7,3 persen YoY. Beban operasional tercatat sebesar Rp22,1 triliun atau turun sebesar Rp 216 miliar dibanding tahun lalu,” jelasnya.

Sejalan dengan hal ini, provisi dan pajak (PPOP) meningkat sebesar Rp4,0 triliun atau 13,5 persen menjadi Rp33,8 triliun dan dapat menjadi penyangga atas meningkatnya biaya pencadangan.

BCA membukukan biaya pencadangan sebesar Rp9,1 triliun, meningkat sebesar Rp5,6 triliun (160,6 persen) YoY, sejalan dengan peningkatan risiko penurunan kualitas kredit. Secara keseluruhan, laba bersih turun Rp 886 miliar atau 4,2 persen YoY menjadi Rp20,0 triliun.

“Kedepannya, kami memperkirakan akan lebih banyak lagi transaksi non-tunai dan tanpa kartu yang akan menjadi bagian signifikan dalam kehidupan normal baru. BCA akan terus berinovasi menyiapkan berbagai inisiatif untuk mendukung kebutuhan nasabah terkini,” pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video di bawah ini: