Sukses

Masih Ada Waktu, Begini Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 9

Liputan6.com, Jakarta Jumlah peserta pendaftar program Kartu Prakerja gelombang ke-9 hingga menembus lebih dari 5 juta orang. Jumlah ini terlampaui jauh dari target yang ditetapkan sebesar 800.000 peserta.

"Per pagi ini sudah lebih dari 5 juta (pendaftar)," kata kata Head of Communications Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Louisa Tuhatu saat dihubungi, Minggu (20/9/2020).

Dia pun mengatakan, bagi masyarakat yang ingin mendaftar program Kartu Prakerja masih bisa dilakukan. Mengingat batas waktu atau penutupan gelombang ke-9 ini belum ditentukan.

"Akan segera kami umumkan (penutupannya)," kata dia.

Sebelumnya, pemerintah kembali membuka pendaftaran Program Kartu Prakerja gelombang ke-9 sejak pukul 12.00 WIB, pada 17 September 2020.

Jumlah kouta pendaftaran ditargetkan pada gelombang kali ini masih sama seperti sebelum-sebelumnya, yakni sebanyak 800.000 peserta.

Dikutip dari laman instagram @prakerja.go.id sebelum mendaftar ada beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi.

Pastikan peserta merupakan Warga Negara Indonesia, berusia di atas 18 tahun, dan tidak sedang sekolah atau kuliah.

Adapun cara mendaftar untuk Program Kartu Prakerja diantaranya :

1. Buka www.prakerja.go.id pada browser handphone atau komputer kamu.

2. Siapkan nomor kartu keluarga dan NIK kamu, masukkan data diri, dan ikuti petunjuk pada layar untuk menyelesaikan proses pemeriksaan akun.

3. Siapkan kertas dan alat tulis untuk mengikuti tes motivasi dan kemampuan dasar secara online.

4. Klik gabung pada gelombang yang sedang dibuka.

5. Nantikan pengumuman peserta yang lolos seleksi gelombang melalui SMS.

Bagi peserta yang akun miliknya sudah diverifikasi maka selanjutnya bisa login dan 'klik' gabung ke gelombang 9 agar dapat masuk ke tahap seleksi.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Status Kepesertaan 180 Ribu Penerima Kartu Prakerja Dicabut, Kok Bisa?

Sebanyak 180 ribu peserta Kartu Prakerja dicabut status kepersertaannya. Pencabutan ini atas dasar sejumlah penyebab yang ketentuannya telah diatur pemerintah.

Head of Communications Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Louisa Tuhatu mengatakan, pencabutan kepesertaan Kartu Prakerja telah di atur dalam Permenko 3 Tahun 2020 dan Permenko 11 Tahun 2020, yaitu, apabila dalam 30 hari pasca menerima Kartu Prakerja, peserta belum memanfaatkannya untuk membeli pelatihan.

"Sampai dengan hari ini, ada sekitar 180.000 penerima dari gelombang 1-4 yang dicabut kepesertaannya, atau ekuivalen dengan 3,8 persen peserta," kata dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (19/9/2020).

Menurut Louisa, sejauh ini, ada tiga penyebab dicabutnya status kepesertaan Kartu Prakerja ini, yaitu sudah dapat pekerjaan, lupa password untuk mengakses ke program Kartu Prakerja, dan peserta tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah diterima dalam program Kartu Prakerja tersebut.

"Early tracking ada 3 alasan utama," tutup dia.

3 dari 3 halaman

Tonton Video Ini