Sukses

Tim Pemadam Pertamina Ikut Bantu Padamkan Kebakaran di Kejaksaan Agung

Liputan6.com, Jakarta Tim pemadam kebakaran PT Pertamina diketahui ikut terlibat dalam aksi pemadaman gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) yang terbakar pada Sabtu malam, 22 Agustus 2020.

BUMN migas ini mengerahkan 2 unit water tander dan 3 unit fire rescue serta 14 petugas yang dikirimkan untuk memadamkan api yang melalap gedung yang terletak di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sejak pukul 19.10 wib tersebut.

Melansir laman Antara, Minggu (23/8/2020), mobil Damkar Pertamina beserta petugasnya bertolak dari Kantor Pusat PT Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur, Nomor1A, Jakarta Pusat, sekira pukul 21.00 WIB.

Setibanya di lokasi kebakaran, tim dari Pertamina langsung berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran DKI Jakarta dan petugas keamanan yang ada di lokasi kejadian. Tim sempat mendapat kesulitan lantaran sulitnya akses masuk ke lokasi. Setelah berkoordinasi, tim ini membantu pasokan air untuk pemadaman.

Sejumlah anggota Damkar Pertamina ikut membantu pemadaman (fighting) di gedung yang terbakar. Api yang menghanguskan gedung Kejaksaan Agung baru dapat dipadamkan sekitar pukul 06.00 WIB, Minggu, 24 Agustus 2020.

Langkah Pertamina ini menuai tanggapan positif. Salah satunya dari Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Imam B Prasodjo yang menilai positif keterlibatan tim pemadam kebakaran (damkar) Pertamina dalam memadamkan kebakaran Gedung Kejaksaan Agung.

Menurut dia, keterlibatan tersebut bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam penanggulangan bencana. Terlebih upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan instansi terkait.

"Koordinasi Tim Damkar Pertamina dengan Tim Damkar Pemprov DKI Jakarta itu bagus sekali. Kejadian ini merupakan contoh yang baik dimana pihak perusahaan bisa ikut serta dalam penanganan bencana," kata Imam, seperti mengutip Antara.

Dalam menghadapi bencana sebaiknya ada koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan BUMN, koordinasi ini sangat penting guna membantu ketersediaan alat-alat yang dibutuhkan dalam mengatasi sebuah bencana.

Namun hal terpenting, harus ada simpul kordinasi diantara seluruh pihak. "Kalau bisa kordinasinya dilakukan sebelum ada bencana. Jangan hanya ketika terjadi bencana saja. Dari jauh-jauh hari semua potensi harus berkoordinasi dalam penanganan bencana atau free distarter management," katanya.

Sementara Anggota DPRD mengharapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengecek dan mengawasi secara ketat sistem keamanan serta pencegahan kebakaran di seluruh gedung di Jakarta, khususnya terhadap gedung pemerintahan.

​​​​​"Kami apresiasi kerja keras tim damkar menanggulangi kebakaran di Kejaksaan Agung," kata anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN Oman Rohman Rakinda.

Tim damkar telah dengan sigap dan cepat menangani kebakaran tersebut. "Ini menunjukkan tim damkar kita tangguh," katanya.

Dia juga memberikan apresiasi kepada tim Damkar Pertamina dan seluruh pihak yang ikut bergabung membantu mengatasi kebakaran di Kejaksaan Agung.

 

 

 

2 dari 3 halaman

Kejaksaan Agung Tunggu Koordinasi dengan Pemprov DKI soal Renovasi Gedung

Gedung Utama Kejaksaan Agung yang hangus terbakar merupakan cagar budaya. Terkait renovasi, Kejaksaan Agung akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Gedung ini masuk dalam deretan catatan cagar budaya, oleh karena itu proses renovasi pembangunannya tentu harus sesuai dengan peraturan daerah yang dalam hal ini ditetapkan oleh Gubernur DKI Jakarta tentang cagar budaya," ujar Kepala Pusat Penerangan Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono, Minggu (23/8/2020).

Dia menegaskan protokol keamanan di gedung utama tersebut sesuai dengan pengamanan di gedung-gedung bersejarah.

Menurut dia, kebakaran Kejaksaan Agung merupakan musibah yang tidak bisa terelakkan. Untuk itu, dia meminta masyarakat tidak berspekulasi apapun.

"Pengamanannya sudah sesuai dengan standar, sekali lagi yang namanya musibah kita semua tidak tahu dengan sistem apapun kalau yang namanya musibah dan kebetulan juga hari libur oleh karena itu musibah ini tentu bukan keinginan kita bersama," kata Hari.

Hari juga menuturkan, sejumlah pimpinan Kejaksaan Agung akan berpindah kantor sementara. Setidaknya ada 4 pimpinan yang mengungsi bekerja.

Empat pimpinan tersebut adalah Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin, Wakil Jaksa Agung Setya Untung Mulyadi, Jaksa Agung Muda Intelejen Sunarta, dan Jaksa Agung Muda bidang Pembinaan.

"Unsur pimpinan Pak Jaksa Agung, Pak Wakil Jaksa Agung, kemudian Jaksa Agung Muda Intelejen serta staf, dan juga Jaksa Agung Muda bidang Pembinaan mulai besok beliau berkantor di Badan Diklat Kampus A di Ragunan," ujar Hari.

Hari menambahkan, kepala biro yang berkantor di gedung utama juga akan mengungsi, seperti Kepala Biro dan Kepala Pusat Jaksa Agung Muda Pembinaan, Biro Perencanaan, Biro Hukum, Biro Kepegawaian.

Kemudian, Jamintel dan staf akan berpindah kantor sementara di Gedung B Diklat Kejagung yang berada di daerah Ceger, Jakarta Timur.

"Sementara Jamintel beserta staf akan berkantor di Badan Diklat di gedung B yaitu di daerah Ceger yang ada juga rumah sakit adhyaksa di sana," tutup Hari.

 

Reporter: Yunita Amalia

Sumber: Merdeka

 

3 dari 3 halaman

Tonton Video Ini