Sukses

500 Desa Masih Kekurangan Dana BLT hingga Rp 86,4 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT), Abdul Halim Iskandar membeberkan anggaran dana desa hingga Desember 2020 sekitar Rp 41 triliun. Besaran ini merupakan sisa dari sebagian anggaran yang telah disalurkan dalam Padat Karya Tunai Desa (PKTD).

Sebelumnya, Pemerintah me-realokasi dana desa untuk bantuan langsung tunai (BLT Dana Desa) dalam membantu masyarakat desa saat pandemi Covid-19. Pemerintah telah melakukan simulasi penyaluran BLT Dana Desa itu ke 74.953 desa, yang terbagi dalam tiga klaster dengan total anggaran Rp 71,19 triliun.

“Sampai dengan Desember 2020, kita fokus untuk dana desa yang masih tersedia di desa-desa. Ada sekitar Rp 41 triliun,” ujar pria yang akrab disapa Gus MEnteri itu, Selasa (28/7/2020).

Adapun rinciannya, Gus Menteri menyebutkan untuk BLT Dana Desa, PKTD, dan penanganan covid-19 totalnya mencapai Rp 30 triliun. Sehingga, dari anggaran pemerintah pusat sebesar Rp 71,19 triliun, dikurangi Rp 30 triliun, maka perkiraan sisanya yakn Rp 41 triliun.

“Dana Rp 41 triliun itu tidak dimiliki oleh seluruh desa. Karena ada desa yang sudah minus untuk BLT Dana Desa-nya. Ada juga desa yang sudah habis. Habis ini gampangannya adalah ketika dana desanya di bawah Rp 50 juta,” beber Gus Menteri.

 

2 dari 5 halaman

Desa yang Habis Dananya

Adapun desa yang habis dananya dibawah 50 juta sebanyak 322 desa. Sementara dana yang akan minus sebanyak 550 desa, dan dana desa yang masih akan ada (diatas Rp 50 juta) sebanyak 74.023 desa.

Kemudian Dana desa yang sudah akan minus sebanyak 500 desa. Sehingga, dibutuhkan penambahan dana untuk menutup penyaluran BLT Dana Desa Oktober hingga November 2020 sebesar Rp 86,4 triliun.

“Jadi dana desa yang kategori habis dimana dibawah 50 jt sisanya setelah dipakai sampai dengan desember 2020 nanti itu ada 323 desa. Sedangkan dana desa yang masih akan ada diatas 50 juta sampai degan des 2020, itu ada 74.023 desa,” rincinya.

3 dari 5 halaman

BLT Dana Desa Dianggap Mampu Potong Angka Kemiskinan

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar menilai, penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) bisa berkontribusi menurunkan angka kemiskinan 0,03 persen. Penurunan tersebut diambil dari data year on year (YoY) pada Maret 2019 dan Maret 2020.

Menurut perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS), ia menyebutkan, pertumbuhan tingkat kemiskinan di desa pada Maret 2020 minus 0,03 persen. Di sisi lain, tingkat kemiskinan di wilayah kota malah naik 0,69 persen.

"Ini hasil BPS year to year untuk Maret 2019 dan Maret 2020, di desa ternyata kemiskinan mengalami penurunan 0,03 persen. Sedangkan kemiskinan di kota mengalami kenaikan 0,69 persen," jelasnya dalam sesi teleconference, Selasa (21/7/2020).

Abdul Halim lantas mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sering menelponnya untuk percepatan penggunaan dana desa. Salah satunya melalui program padat karya tunai desa.

"Karena memang betul ketika padat karya tunai desa ketika belum ada Covid-19, padat karya tunai desa ini digenjot maka daya beli masyarakat akan naik. Krena padat karya tunai desa tidak mensyaratkan keahlian, tapi pekerjanya harus dari kelompok miskin, pengangguran, setengah penganggur, dan kelompok marjinal lain," tuturnya.

Aksi tersebut dianggapnya sebagai kebijakan yang tepat. Itu terbukti dari hasil BPS yang mengungkap adanya pertumbuhan kemiskinan di desa yang minus dari Maret 2019 ke Maret 2020. Di sisi lain, tingkat kemiskinan di kota pada periode yang sama bertambah.

"Itu kalau diangkakan cukup besar, di mana pertambahan orang miskin di kota 1,1 juta dan di desa 110 ribu. Meskipun di desa tingkat kemiskinan menurun tapi kalau dilihat dari jumlah masih ada," ujar Abdul Halim.

  

4 dari 5 halaman

Angka BPS

Sebagai perbandingan lain, BPS memang mencatat presentase penduduk miskin di desa turun 0,03 persen dari Maret 2019 (12,85 persen) ke Maret 2020 (12,82 persen). Tapi, menurut laporan BPS, angka tersebut naik 0,22 persen dari perhitungan September 2019 (12,60 persen), atau meningkat 333,9 ribu orang.

Pergerakan serupa juga dialami tingkat kemiskinan di perkotaan. Jumlah penduduk miskin di kota sempat turun -0,13 persen dari Maret 2019 (6,69 persen) ke September 2019 (6,56 persen).

Bedanya, jumlah penduduk miskin di kota naik besar jika dihitung secara year on year maupun per semester. Angka kemiskinan di kota pada Maret 2020 tercatat sebesar 7,38 persen, naik 0,69 persen atau 1,28 kita orang secara tahunan, dan bertambah 0,82 persen atau 1,63 juta orang secara semester. 

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: