Sukses

Protokol Kesehatan Menyeluruh Unilever demi Tekan Penyebaran Covid-19

Liputan6.com, Jakarta PT Unilever Indonesia Tbk dinilai bergerak cepat dalam menangani karyawan yang positif Covid-19 di salah satu area pabrik di Cikarang. Hal ini menuai apresiasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan jika, tim Gugus Tugas dan Unilever telah bekerja sama untuk menekan penyebaran Covid-19 di salah satu area pabrik.

Tim Gugus Tugas dan pengelola Kawasan Industri Jababeka juga sudah melakukan kunjungan ke lokasi dan berkoordinasi dengan manajemen perusahaan. Unilever dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi akan terus kerja sama untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Kami menghargai bahwa perusahaan telah menerapkan protokol kesehatan, bersikap proaktif, terbuka dan terus berkoordinasi dengan kami," ujar Alamsyah, Jumat (3/7/2020).

Dia memuji langkah konkret dan proaktif Unilever yang menghentikan sementara operasional di gedung TBB sejak Jumat, 26 Juni, menyusul laporan mengenai beberapa karyawan di bagian engineering gedung TBB yang terkonfirmasi positif Covid-19. Langkah itu sangat tepat, sehingga karyawan lain terlindungi.

Unilever juga selalu mengirimkan laporan resmi mengenai situasi terbaru kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi.

Meski peraturan menyebutkan bahwa tes lanjutan diwajibkan bagi mereka yang terdeteksi melalui contact tracing saja, Unilever mengutamakan keselamatan dan mewajibkan PCR test bagi keseluruhan karyawan gedung TBB sebanyak 265 orang.

Tim Gugus Tugas juga mengapresiasi langkah Unilever Indonesia yang telah melapor sehingga dapat dilakukan pengecekan secara cepat.

Keterbukaan dan kecepatan penanganan, lanjut Alamsyah, menjadi faktor penting dalam usaha bersama untuk memitigasi dan mengambil langkah-langkah ke depannya sehingga penyebaran Covid-19 dapat diputus.

 

 

Reporter: Ya'cob Billiocta

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Langkah Unilever

Sementara itu, Direktur Corporate Affairs dan Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk, Sancoyo Antarikso menegaskan jika kesehatan, keselamatan karyawan juga keamanan masyarakat di sekitar area pabrik menjadi prioritas utama perusahaan.

Unilever telah melakukan berbagai langkah nyata. Mulai menghentikan sementara operasional di gedung TBB untuk dilakukan pembersihan dan sterilisasi secara menyeluruh sejak Jumat (26/6), hingga waktu yang akan ditentukan kemudian.

Kemudian, secara berkala berkomunikasi, berkoordinasi dan melaporkan resmi mengenai situasi tersebut kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi.

Bahkan, melakukan penelusuran internal secara mandiri sejak 26 Juni dan melakukan tes PCR kepada karyawan yang diduga memiliki kontak langsung dan tidak langsung dengan para karyawan tersebut.

"Untuk lebih memastikan kondisi kesehatan karyawan, pada tanggal 29 Juni kami mewajibkan seluruh karyawan TBB menjalani PCR test," ujar Sancoyo.

Berbagai langkah tersebut, dikomunikasikan dan dikoordinasikan bersama dengan tim Gugus tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi.

Sancoyo kembali menegaskan, dalam Gedung TBB, di mana terdapat kasus karyawan positif Covid-19, sudah terdapat sistem zonasi yang sangat ketat, di mana terdapat 9 pemisahan zona dan seluruh mobilitas di dalam Gedung hanya terbatas pada lingkup kerja masing-masing dan tidak diperkenankan untuk melintasi zona lainnya.

Agar penularan virus diminimalkan, juga dilakukan pembatasan interaksi antar-karyawan. Perusahaan pun sudah mewajibkan karyawan yang datang ke area pabrik untuk sudah menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, melakukan cuci tangan rutin, juga rutin menggunakan hand sanitizer.

"Kami juga melakukan pembersihan secara berkala di fasilitas produksi dan area barang dan memisahkan pintu absen masuk antara TBB dengan pabrik lainnya, termasuk pemisahan kantin, klinik, toilet," ujar Sancoyo.

Kemudian, untuk jam makan siang telah diatur sesuai dengan zonanya masing-masing. Perusahaan juga memastikan tidak adanya interaksi pada saat pergantian sif, karena jalur keluar dan masuk yang berbeda.