Sukses

Kementerian BUMN Miliki Logo Baru, Ini Makna dan Filosofinya

Liputan6.com, Jakarta Kementerian BUMN meluncurkan logo baru hari ini, Rabu (1/7/2020). Menteri BUMN Erick Thohir beserta jajarannya meresmikan logo baru bernuansa biru tua dan biru muda ini di kantornya.

Erick menyatakan, logo baru ini bukan sekadar pencitraan, melainkan memiliki makna agar BUMN dapat menjalankan bertransformasi dengan baik.

"Tentu ini menjadi semangat baru buat kita di BUMN. Saya nggak mau perubahan logo hanya pencitraan tetapi ada maknanya, dengan logo ini kita berharap transformasi harus terus dijalankan dengan baik-baik. Saya sebagai pimpinan akan terdepan mendukung bapak-bapak melaksanakan transformasi ini," ujar Erick dalam paparannya secara virtual.

Lebih lanjut, Erick bilang logo dengan visual modern tersebut diciptakan bukan karena Kementerian ingin 'memudakan' diri, namun hal itu merupakan bagian dari komitmen Kementerian untuk melibatkan para pemuda menjadi mentor yang baik kala mereka menjabat sebagai direksi.

"Saya nggak segan mengangkat direksi mudah bukan buat gaya-gayaan, tapi ini bagian transformasi. Kita sebagai pemimpin ada waktu dan umurnya. Kita harus beri kesempatan yang muda untuk jadi generasi penerus," kata Menteri BUMN.

 

2 dari 5 halaman

Pemilihan Unsur Logo

Yang jelas, pemilihan detail dalam unsur logo tersebut sebagai karakter kuat sejalan dengan prinsip 'akhlak' yang diterapkan Kementerian BUMN.

"Saya ingin menetapkan akhlak sebagai core value karena seyogyanya kalau kita bekerja atau berbisnis ada core value ini yang buat kita kuat. Akhlak sendiri artinya amanah, kompeten, harmonis, loyal, penting kita ini loyal pada bangsa dan negara karena kita kerja di BUMN, tidak pribadi yang dikedepankan," ujarnya.

3 dari 5 halaman

Erick Thohir: BUMN Butuh Waktu 2 Tahun untuk ke Titik Normal

Menteri BUMN Erick Thohir memperkirakan, kondisi perekonomian baru akan kembali normal seperti sediakala pada dua tahun mendatang. Dia sependapat dengan banyak pengusaha dunia bahwa ekonomi baru dapat pulih pada awal 2022.

"Karena dari survei terakhir pun saja, 500 perusahaan besar dunia menyatakan ekonomi akan kembali di 2022 kuartal I. Itu 52 persen, walaupun 40 persennya bilang lebih cepat. Ya mudah-mudahan yang 52 persen salah," ucap Erick Thohir dalam unggahan video yang terbit Kamis (18/6/2020).

Merujuk pada pernyataan tersebut, ia memproyeksikan perusahaan BUMN juga butuh waktu sekitar dua tahun untuk dapat balik ke titik normal.

"Berarti, recovery yang kita lakukan juga di Kementerian BUMN dan BUMN, ya pasti butuh waktu 2 tahun untuk mulai kembali ke titik normal," ujar Erick Thohir.

4 dari 5 halaman

Dukung Jokowi

Erick pun mendukung keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak melakukan lockdown terhadap negara. Hal tersebut disebutnya dapat mempercepat pemulihan ekonomi di tengah pandemi.

"Keputusan pak Presiden tidak lockdown itu keputusan yang tepat. Kembali ke poin sebelumnya, karena kesehatan dan ekonomi ini nempel, bukan sesuatu yang terpisahkan," ungkap dia.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: