Sukses

Bantu Pelaku UMKM, BRI Kucurkan KUR di Tengah Pandemi Covid-19

Liputan6.com, Jakarta PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk (BRI) mendukung pemerintah dalam countercyclical sebagai upaya mengantisipasi efek penyebaran Covid-19. Maka dari itu, BRI hingga saat ini terus menyalurkan pembiayaan terhadap pelaku UMKM di Indonesia, salah satunya melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Tercatat hingga akhir Maret 2020, BRI telah menyalurkan KUR senilai Rp37,4 triliun kepada 1,3 juta pelaku UMKM. Angka tersebut, menurut Corporate Secretary BRI Amam Sukriyanto setara dengan 31,15 persen dari target penyaluran KUR BRI yang di-breakdown oleh pemerintah di pada tahun ini sebesar Rp120,2 triliun.

"Apabila dirinci, penyaluran tersebut terbagi dari KUR Mikro sebesar Rp33,8 trilliun, KUR Kecil sebesar Rp3,5 triliun dan KUR TKI sebesar Rp30 miliar," kata Amam.

BRI pun terus fokus menyalurkan KUR ke sektor produksi, dimana penyalurannya mencapai 58,68 persen dari total penyaluran KUR BRI di akhir Maret 2020. Sebagai upaya tetap tumbuh positif di tengah pandemi Covid-19, perseroan telah menyusun strategi untuk selective growth.

Pertama, BRI melakukan clustering sektor ekonomi dan wilayah terdampak sehingga bisa meminimalisir risiko yang muncul. Kemudian secara intensif BRI melakukan program relaksasi pinjaman bagi pengusaha yang terdampak Covid-19 serta melakukan pendampingan dan pelatihan secara virtual bagi pelaku UMKM.

Salah satu faktor utama lain yang menunjang penyaluran KUR BRI yakni saat ini seluruh aktivitas Relationship Manager atau Mantri BRI telah didukung dengan utilisasi aplikasi digital BRI sehingga proses penyaluran kredit berjalan normal meskipun terdapat imbauan physical distancing dari pemerintah.

"BRI telah menghadirkan aplikasi yang bisa mempercepat proses pengajuan pinjaman dan penyaluran kredit mikro yakni BRISPOT. Aplikasi khusus ini menjadi tools bagi para Mantri BRI guna menciptakan fleksibilitas dan efektifitas, sehingga proses kredit bisa dilakukan secaradigital dengan lebih cepat di tengah imbauan work from home dan physical distancing," jelas Amam.

 

(*)