Sukses

Pertamina EP Cepu Raih Laba USD 849,5 Juta di 2019

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina EP Cepu (PEPC) kembali sumbang laba terbesar di lingkungan Anak Perusahaan Pertamina dengan nilai USD 849,5 Juta dari total pendapatan sebesar USD 1.803,96 Juta. Dimana pencapaian laba PEPC tahun 2019 naik sebesar 0,75 persen dari pencapaian laba 2018 yang nilainya USD 843,1 Juta.

Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Jamsaton Nababan menjelaskan, pencapaian ini membuktikan kesungguhan dan kerja keras serta komitmen yang tinggi dari seluruh tim dalam memberikan kontribusi yang nyata bagi proyek dan perusahaan.

"Saya sangat mengapresiasi kinerja yang diberikan oleh para pekerja PEPC dan juga para stakeholders yang selama ini ada untuk mendukung PEPC," ujar Jamsaton Nababan, Rabu (4/3/2020).

Pencapaian ini menunjukkan komitmen PT Pertamina EP Cepu (PEPC) untuk selalu mengutamakan aspek HSSE Excellence dalam menyelesaikan proyek JTB.

“Yang cukup surprised juga 2019 ini PEPC berhasil memenangkan International Award yaitu 2019 Project Finance International (PFI) Award untuk Asia Pacific Oil & Gas Deal of the Year Jambaran – Tiung Biru yang diserahkan di London pada 5 Februari 2020. Ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus bentuk penghargaan kepada kami dari aspek project financing yang kita lakukan untuk Proyek JTB," jelasnya.

Jamsaton Nababan optimis tahun 2020 Pertamina EP Cepu akan bekerja lebih baik, ia juga yakin bahwa pekerja PEPC dapat mencapai target kinerja yang lebih baik.

2 dari 2 halaman

Pertamina EP Cepu Jadi Penyumbang Pajak Migas Terbesar 2018

PT Pertamina EP Cepu merupakan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) penyumbang pajak migas 2018. Tercatat pajak yang sudah dibayarkan ke negara sebesar Rp 8,08 triliun.

Operator Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) tersebut menerima penghargaan Apresiasi untuk Sahabat, Cooperative Compliance Program yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu Jamsaton Nababan mengatakan, sebagai entitas bisnis Pertamina EP Cepu senantiasa menjalankan komitmen sebagai wajib pajak yang patuh menunaikan kewajibannya, membayar pajak tepat waktu serta berkoordinasi dengan KPP Migas.

“Mohon dukungan para pihak karena di tahun 2019, Pertamina EP Cepu telah menyiapkan target kinerja untuk mendukung kemandirian energi dan menyambut diversifikasi energi strategis, termasuk melalui proyek gas Jambaran-Tiung Biru yang ditargetkan beroperasi tahun 2021,” kata Jamsaton, di Jakarta, Kamis (25/4/2019).

 

Dia berharap, sebagai sektor strategis nasional, kontribusi PT Pertamina EP Cepu setiap tahun terus meningkat dan dapat bermanfaat bagi pembangunan negara.

Kepala Kanwil DJP Jakarta Khusus, Ikhsan Wibawa, memberikan apresiasi kepada PT Pertamina EP Cepu, serta jajaran KKKS sebagai Wajib Pajak yang telah memberikan kontribusi yang sangat baik pada 2018.

"Diharapkan produksi migas yang diperoleh jauh lebih baik dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, sebanyak 10 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) minyak dan gas bumi mendapatkan penghargaan dari Pemerintah sebagai penyetor pajak terbesar migas 2018.

Adapun penghargaan tersebut diberikan sebagai salah satu bagian dari Cooperative Compliance Program, diharapkan bisa meningkatkan pola interaksi dan komunikasi yang harmonis antara Wajib Pajak dengan Direktorat Jenderal Pajak.