Sukses

Harga Lebih Murah Dibanding Eceran, Warga Mengwi Bali Sambut Baik Pertashop

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) secara resmi meluncurkan Pertamina Shop atau Pertashop pada Kamis ini. Pertashop merupakan lembaga penyalur Pertamina dengan skala kecil untuk melayani kebutuhan BBM, gas elpiji, dan juga pelumas yang tidak atau belum terlayani oleh lembaga penyalur Pertamina lain.

Usai acara Kick Off Pertashop PT Pertamina, Direktur Pemasaran Retail Masud Hamid melakukan kunjungan ke Pertashop yang baru dibuka di Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.

Sesampainya di lokasi Pertashop yang kebetulang berdekatan dengan Pasar Tradisional Mengwi, Masud sempat melayani beberapa pembeli BBM. Ia pun sempat melakukan dialog.

"Mau beli berapa liter pak," ucap Masud sembari melayani pembeli, Kamis (27/2/2020).

"3 liter pak, penuh," ucap si pembeli.

"Di sini harganya Rp 9.000 perliter, gimana pak? Lebih mahal atau enggak pak?" tanya Masud.

"Lebih murah pak, biasanya beli di pom bensin yang kecil eceran itu bisa sampai Rp 10.000," jawab pembeli.

Masud pun menjelaskan, harga BBM Pertamax yang dijual di Pertashop memang sama saja dengan yang di SPBU. Sehingga, kata dia, masyarakat memang seharusnya mengisi di Pertashop, tempat pengisian bensin yang legal milik Pertamina.

 

2 dari 4 halaman

Bantuan dari Pertamina

Sementara itu, menurut Pejabat Perbekel Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung Ida Bagus Suryana, Pertashop yang didirikan ini memang merupakan bantuan dari Pertamina dan untuk kesejahteraan masyarakat.

"Kami dari pemerintah desa sangat menerima baik kerjasama Pertamina," ujar Ida Bagus.

Dia menyebut, Pertashop memang baru dibuka hari ini. Bensin yang tersedia adalah Pertamax, harganya Rp 9.000 perliter.

"Adanya Pertashop ini memang karena kami sama-sama membutuhkan. Kami dari pemerintah desa menyambut baik dengan adanya kerjasama Pertamina ini," ucapnya.

Ida Bagus menjelaskan, jarak dari lokasi Pasar Mengwi cukup jauh, sekitar 4 sampai 5 kilometer, sedangkan pembelinya berasal dari berbagai wilayah.

"Yang ke sini dari erbagai desa. Mungkin kalau butuh BBM, biar cepet bisa sekalian belanja ke pasar, beli BBM di sini," kata Ida Bagus.

Menurutnya, sejauh ini investasinya memang berasal dari Pertamina.

"Kami sambil jalan pelajari (investasinya) karena kami masih di pemerintahan desa dgn APBDes tidak serta merta mengeluarkan uang langsung karena ini dr Pertamina dulu yang bantu kami di desa. Maka kami di Pemdes menerima kerjasama ini. Karena kami di desa jg belum ada dana untuk Pertashop, makanya 100 persen masih ditanggung Pertamina," papar dia.

Selain itu, lanjut Ida Bagus, petugasnya juga masih berasal dari Pertamina. Nantinya, kata dia, warga sekitar yang akan menjadi petugas pengoperasional Pertashop. Saat ini sedang diberikan pelatihan terlebih dahulu.

Dia menjelaskan, pemilihan lokasi memang sengaja berdekatan dengan pasar. Tujuannya untuk memudahkan masyarakat sekitar.

"Kebetulan juga ada tempat di sini dan strategis deket dengan masyarakat. Satu kali tujuan ke pasar beli minyak. Nanti bisa juga anter anak karena ini jalur sekolah. Jalur padat. Jadi, sangat potensial (Pertashop) di sini," pungkas Ida Bagus.

 

3 dari 4 halaman

Disambut Baik Warga

Salah satu pembeli, Nyoman Sudito yang merupakan warga Desa Mengwi menyambut baik adanya Pertashop ini.

"Baru sekarang tau (ada Pertashop). Harganya dikasih Rp 9.000. Lebih murah dari luar Rp 9.800an kalau Pertamax," ucap Nyoman.

Dia pun berharap semoga Pertashop ini dapat terus berjalan.

"Menurut saya lebih baik. Bisa terus berjalan," tutup Nyoman.

Tak hanya sendiri, Direktur Pemasaran Retail Masud Hamid juga didampingi Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman, Supervisor Business Operation Yanuar Budi Hartanto, serta Supervisor Retail Marketing Business Jumali.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading