Sukses

Harga Tiket Pesawat ke Singapura Anjlok, Jadi Cuma Rp 300 Ribuan

Liputan6.com, Jakarta Harga tiket pesawat ke Singapura anjlok. Biasanya, tiket penerbangan ke negara tersebut bisa mencapai Rp 800 ribuan hingga lebih dari Rp 1 juta. Namun belakangan ini, berdasarkan penelusuran Liputan6.com di situs pemesanan tiket online, harga tiket pesawat ke Singapura turun dalam ke kisaran Rp 300-ribuan. Bahkan harga tersebut di weekend.

Ketua Bidang Ticketing Internasional Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo), Marty Soemardjo,  mengakui bahwa harga tiket pesawat ke Singapuran turun drastis. Menurutnya, ada dua alasan yang mendasari penurunan harga tiket pesawat ke Singapura ini. 

Alasan pertama adalah karena di bulan Februari hingga Maret memang biasanya periode sepi kunjungan atau low season. Periode ini tidak ada libur atau tanggal merah yang panjang sehingga membuat masyarakat tidak bepergian. Selain itu juga tidak ada libur untuk anak sekolah. 

“Bulan Februari- Maret adalah low season, banyak maskapai mengeluarkan harga promo, jadi harganya lebih murah,” kata Marty kepada Liputan6.com seperti ditulis Rabu (19/2/2020).

Sedangkan alasan kedua penurunan harga tiket ini karena memang terjadi sejak ada travel warning ke Singapura dampak penyebaran virus Corona. Marty bercerita, semenjak adanya peringatan untuk berhati-hati dalam melakukan kunjungan ke Singapura, jumlah warga Indonesia yang melakukan perjalanan ke Singapuran menjadi turun drastis. 

"Jadi peminatnya juga memang turun," katanya. 

Oleh karena itu, untuk mendorong tingkat kunjungan ke Singapura ini, banyak maskapai dan juga agen travel menawarkan promo. Salah satu promo tersebut adalah dengan menurunkan harga tiket pesawat hingga ke level Rp 300-ribuan. 

 

Reporter : Tiara Sekarini 

 

2 dari 2 halaman

Singapura Siapkan Anggaran Rp 55 Triliun untuk Lawan Dampak Virus Corona

Jumlah pasien terinfeksi Virus Corona COVID-19 di Singapura mencapai 77 orang. Perekonomian negara tetangga itu juga terdampak persebaran virus.

Kementerian Perdagangan dan Perindustrian Singapura memprediksi pertumbuhan ekonomi negara mereka ada di rentang -0,5 persen dan 1,5 persen. Sektor yang ikut terdampak adalah manufaktur, turisme, dan transportasi. 

Dilansir CNBC, Selasa (18/2/2020), pemerintah Singapura mencoba meringankan beban akibat virus Corona dengan menyiapkan 5,6 miliar Singapura atau Rp 55 triliun untuk membantu sektor bisnis dan rumah tangga.

Langkah yang diambil di antaranya menekan angka PHK, upah, dan pajak korporat. Lima sektor utama yang menjadi prioritas adalah turisme, penerbangan, ritel, makanan, dan layanan transportasi.

Pada pemaparan anggaran tahun keuangan 2020-2021, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Heng Swee Keat berkata wabah virus Corona pasti berdampak ke ekonomi Singapura.

Kementerian Keuangan Singapura menjadi yang terdepan melawan virus Corona dan juga dapat anggaran tambahan. Total untuk kementerian ini sebesar 800 juta dolar Singapura atau Rp 7,8 triliun.