Sukses

TaniHub Ingin Kembangkan Bisnis Pertanian Digital di Seluruh Indonesia

Liputan6.com, Jakarta TaniHub Group sebagai startup agritech ingin mengembangkan bisnis komoditas pertanian berbasis teknologi digital di seluruh Indonesia. perusahaan rintisan ini berharap dapat menjangkau seluruh kota di Indonesia pada 2022 dengan pertimbangan potensi pasar yang masih sangat besar.

CEO dan Co-Founder TaniHub Group Ivan Arie Sustiawan mengatakan, pihaknya mau memperluas pasar di kota-kota besar Indonesia, khususnya yang ada di wilayah timur.

"Di Indonesia Timur itu yang memang potensi itu cukup banyak. Salah satunya di Makassar, Balikpapan, Samarinda, Manado, dan beberapa kota lainnya. Kita pertimbangkan mana-mana saja yang cocok dengan bisnis kita untuk bisa ekspansi ke sana," kata Ivan di kantornya, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Ivan menyatakan, TaniHub sengaja menyasar kota besar untuk bisa menjangkau wilayah terpencil di sekitarnya.

"Dengan kita buka di beberapa kota besar ini akan ada pemerataan distribusi dari hasil panen petani. Sehingga harga itu tidak membuat harga produksi petani rendah," tuturnya.

"Yang menyebabkan harga itu rendah tentunya bilamana terjadi panen raya, tetapi pendistribusian barangnya tidak merata," dia menambahkan.

Oleh karenanya, ia bercita-cita agar TaniHub Group mampu mendirikan kantor cabang di seluruh kota besar Indonesia agar keseimbangan harga produk pertanian bisa merata.

"Kita dengan buka beberapa cabang tidak hanya terpusat di Jawa, kita berharap nantinya produk-produk hasil panen bisa stabil harganya, tidak terlalu fluktuatif sehingga petani tetap bisa untung," tukas Ivan.

2 dari 3 halaman

Kembangkan Agritech, Bisnis TaniHub Tumbuh 268 Persen di 2019

TaniHub Group sebagai startup agritech melaporkan pertumbuhan bisnis (Gross Merchandise Value (GMV) melonjak 268,2 persen pada 2019. Pencapaian ini didapat dalam waktu tiga tahun sejak TaniHub Group didirikan pada 2016.

"Tahun 2019 kemarin pertumbuhan revenue kita sebagai e-commerce hampir tiga kali lipat dari bisnis rantai pasok pertanian berbasis teknologi," kata CEO dan Co-Founder TaniHub Group Ivan Arie Sustiawan di kantornya, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Ivan menuturkan, pihaknya saat ini telah memiliki tiga unit usaha, yakni TaniHub sebagai platform e-commerce hasil tani, TaniFund untuk pendanaan mitra petani, serta TaniSupply yang fokus kepada pengelolaan rantai pasok.

"Dengan adanya entitas tersendiri, kami akan jauh lebih agresif dalam mengembangkan bisnis rantai pasokan pertanian. TaniSupply melakukan proses pembelian dari petani. memproses komoditas di warehouse dari grading sampai quality assurance dan mendistribusikannya kepada klien maupun pelanggan," ungkapnya.

Dia menyampaikan, TaniHub saat ini telah membangun fasilitas distribusi regional (regional distribution center) di lima kota, yakni Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar.

Untuk menunjang proses bisnis yang semakin cepat dan berkembang. TaniHub sedang mengimplementasikan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) baru untuk mengintegrasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi, maupun distribusi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Generasi Millenial Enggan Geluti Sektor Pertanian
Artikel Selanjutnya
Butuh Partisipasi Milenial untuk Transformasi Sektor Pertanian