Sukses

Ku Ka Gelar Promosi Produk Lokal

Liputan6.com, Jakarta - Marketplace khusus produk lokal, Ku Ka dan Paisley Things kembali menyelenggarakan 'The Local Market'. Acara ini merupakan perhelatan bagi komunitas produk lokal berupa, baik pembeli maupun penjual.

General Manager PT Ku Ka Rilia Marina mengungkapkan, acara ini merupakan kelanjutan dari event serupa di September lalu.The Local Market berangkat dari kesadaran bahwa untuk produk lokal transaksi tidak bisa hanya terjadi secara daring, melainkan juga dengan tatap muka.

"Kalau fokus kita hanya di online saja, kadang-kadang untuk produk lokal itu, orang mesti lihat, harus experience. Terus kalau harganya sekian, mereka harus tahu cerita (di balik produk) nya seperti apa," kata dia, saat ditemui, di Area Batik 81, Jakarta, Jumat (15/11).

 

Acara ini juga menjadi momen bertemunya pelaku usaha produk lokal, baik antara pembeli dengan penjual maupun penjual dengan penjual.

"Nggak cuma sekedar pasar saja, kita sebenarnya membentuk sebuah komunitas. Jadi antara pembeli penjual bisa ketemu. Tidak menutup kemungkinan ke depan terjalin semacam kerja sama antara satu penjual dengan yang lain. Jadi mereka bisa kolaborasi," jelas dia.

"Ini menjelang akhir tahun juga orang lagi cari kado. Momennya juga menjelang Natal dan Tahun Baru," imbuhnya.

Menurut dia, ada sekitar 83 brand produk lokal yang turut hadir. Mereka berasal dari hampir sekitar 200 brand yang dikurasi. Beberapa jenis produk yang ditawarkan, seperti makanan dan minuman, craft, aksesoris, hingga bahan dekorasi natal.

Terkait range harga yang dijual, lanjut dia dari Rp 15.000 kisaran juta, Rp 5 juta. Produk yang cukup tinggi harganya yakni produk berbahan dasar kain. "Kalau untuk kain, paling murah kisaran di Rp 1 juta. Scarf itu di kisarannya di harga Rp 300 ribu," ujar dia.

Dengan kisaran harga yang demikian, dia mengakui bahwa target pasar atau pengunjung yang datang berasal dari kelas ekonomi menengah ke atas. "Menurut mereka itu masuk di budget mereka. Yang di sini, kita lihat pendapatan bulanannya lumayan," ungkapnya.

Sementara untuk target transaksi kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut dipatok senilai Rp 600 juta.

"Kalau dari event September kemarin, dalam satu hari Rp 100 juta lebih. Ini tiga hari juga, kita ekpektasi bisa dua kali lipat dari itu sekitar Rp 600 juta," tandasnya.

2 dari 3 halaman

Mendag Minta Ibu-Ibu Pilih Produk Lokal Saat Belanja di E-Commerce

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengimbau agar ibu-ibu rumah tangga membeli produk dalam negeri di sejumlah platform e-commerce.

Hal itu menurutnya sebagai salah satu upaya menekan produk-produk impor yang masuk ke pasar domestik.

"Tolong ibu-ibu belanjalah melalui produk lokal. Dan belanja melalui Shopee lewat produk lokal," tutur dia dalam acara Shopee 11.11 Big Sale di Jakarta, Senin (14/10/2019).

Sementara itu, Director Shopee Indonesia Handhika Jahja mengatakan perusahaan ikut mendorong produk Indonesia agar masuk ke pasar global.

Salah satunya diwujudkan lewat program Ekspor Kreasi Nusantara dari Lokal untuk Global yang telah dimulai sejak 23 September 2019 untuk membantu 'seller' domestik untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

"Saat ini ke Malaysia dan Singapura untuk lebih dari 5.000 produk lokal. Ini komitmen kami untuk memberikan pengalaman berbelanja yang berkesan dan menguntungkan," ujarnya.

Asal tahu saja, Kreasi Nusantara adalah sebuah program yang didedikasikan untuk memamerkan rangkaian produk lokal Indonesia lintas kategori, seperti fashion, makanan dan minuman, kecantikan danperawatan, perlengkapan rumah tangga, dan masih banyak lagi.

Kreasi Nusantara sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai Digital Energy of Asia, dan untuk menggerakan kemandirian digital UMKM sebagai tonggak pertumbuhan ekonomi nasional. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Bertandang ke Pameran Dunia Grafis Penuh Kreasi
Artikel Selanjutnya
Resmikan Pameran, Sejauh Mata Memandang Ajak Anak Peduli pada Laut