Sukses

Ada Pelantikan Presiden, KRL dari Serpong Tak Sampai Stasiun Palmerah

Liputan6.com, Jakarta - Sehubungan dengan pengaturan lalu lintas dengan adanya Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Gedung DPR serta kegiatan masyarakat, pada hari ini PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dan PT Kereta Api Indonesia (persero) Daerah Operasi 1 Jakarta melakukan pengaturan pola operasi khusus KRL Commuter Line Lintas Rangkasbitung/Maja/Parungpanjang/Serpong - Tanah Abang PP.

VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan pada lintas tersebut, dilakukan pengaturan pola operasi untuk KRL hanya berjalan hingga Stasiun Kebayoran dan selanjutnya kembali ke Stasiun tujuan Rangkasbitung/Maja/Parungpanjang/Serpong. Sehingga tidak melayani pemberhentian maupun keberangkatan di Stasiun Palmerah dan Tanah Abang.

"Pengaturan pola operasi ini berlangsung mulai jadwal pemberangkatan KA pertama hingga pemberitahuan selanjutnya pada Minggu 20 Oktober 2019," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (19/10/2019).

Menurut dia, pengaturan pola operasi dibuat dengan mempertimbangkan pengguna KRL akan kesulitan menemukan angkutan lanjutan selepas dari Stasiun Palmerah karena ruas jalan di sekitar stasiun banyak yang ditutup ataupun dialihkan arus lalu lintasnya.

Namun demikian, untuk KRL Commuter Line lintas lainnya yaitu Bogor/Depok - Jakarta Kota PP; Bogor/Depok/Nambo - Duri/Jatinegara PP (melayani naik turun pengguna di Stasiun Tanah Abang), Cikarang/Bekasi - Jakarta Kota PP, Duri - Tangerang PP, dan Jakarta Kota - Tanjung Priok PP seluruhnya berjalan normal seperti biasa.

Untuk informasi terkini mengenai perjalanan KRL, para pengguna dapat mengunduh aplikasi KRL Access di Playstore maupun Appstore. Selain itu pengguna juga dapat menghubungi contact center (021)121, maupun mengakses media sosial di twitter @CommuterLine , instagram @commuterline dan Face Book Commuter Line.

 

2 dari 3 halaman

PLN Jamin Jakarta Tak Mati Lampu Saat Pelantikan Presiden

Plt. Dirut PT PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani berjanji keadaan listrik di DKI Jakarta akan aman selama pelantikan presiden pada Minggu, 20 Oktober 2019. Ia pun sudah mengarahkan jajarannya untuk bersiaga.

"Kami menyatakan bahwa H-2 sampai pelantikan dan sampai pelantikan kabinet itu kami siaga. DKI ini menjadi suatu daerah prioritas pertama dalam siaga ini, juga daerah-daerah yang lain. Jadi Insha Allah kita akan bekerja semaksimal mungkin," tegas Sripeni pada Jumat (20/10/2019) di Kantor Pusat PLN, Jakarta.

Sripeni memastikan akan ada tambahan daya. Namun, ia belum mendetail berapa tambahan tersebut.

"Ada (tambahan daya). Itu sudah kita siapakan semua. Untuk Jakarta, pengamanan berlapis-lapis dari sisi kesiapan listriknya," ucap Sripeni.

Menjelang akhir tahun 2019, Sripeni memegaskan bahwa PLN akan terus mengejar target elektrifikasi 99,99 persen di seluruh Indonesia. Saat ini, elektrifikasi nasional sudah di level 98 persen.

Tahun depan, target PLN adalah 100 persen di seluruh wilayah. Sripeni optimistis itu bisa tercapai lewat inovasi dari energi-energi terbarukan beserta teknologinya.

Rasio elektrifikasi 100 persen juga akan menjadi persembahan PLN untuk ulang tahun Indonesia.

"Target kita adalah 99,99 persen di tahun 2019 ini. Tahun 2020 menjadi 100 persen, pas Indonesia berumur 75 tahun," ujar Sripeni.  

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Akhir Profesor Abal-Abal yang Ingin Gagah-gagahan Foto di DPR
Artikel Selanjutnya
Polisi Tangkap 2 Orang Penyandang Dana Rencana Gagalkan Pelantikan Presiden