Sukses

PLN Kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Piko Hidro di Papua

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) mengembangkan pembangkit listrik piko hidro di Papua. Hal ini dalam rangka meningkatkan rasio elektrifikasi di wilayah timur Indonesia.

Kepala Divisi Konstruksi Regional Maluku dan Papua PT PLN Robert Aprianto Purba mengatakan, melalui program 1000 Renewable Energy for Papua, PLN melistriki Kampung Kwaedamban, Distrik Bormeo, Pegunungan Bintang dengan piko hidro

Meski berlokasi di pedalaman Pegunungan Bintang, namun kampung ini memiliki prasyarat yang tepat untuk dialiri listrik dengan pembangkit Piko Hidro. Di antaranya, potensi aliran air bagus, kondisikeamanan kondusif, dan seluruh masyarakat mendukung serta membantu program pembangunannya.

Piko Hidro sendiri merupakan pembangkit listrik tenaga air berkapasitas sangat kecil, yakni 1-100 KWH. Jauh di bawah cara kerjanya, air yangtelah dibendung dialirkan ke dalam bak penampung yang berisi turbin sehingga aliran air akan memutar turbin tersebut. Selanjutnya turbin akan memutar generator yang pada akhirnya menghasilkan listrik.

Menurut Robert, keunggulan teknologi PLTPH adalah cocok digunakan di daerah terpencil.

"Piko Hidro hanya butuh ketinggianair 1-3 meter dan debit 30 liter per detik. Jadi cocok digunakan di daerah terpencil,” jelas dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Selain itu biaya investasinya pun tergolong murah sekitar Rp 30 juta per unit dengan biaya pemeliharaan yang minimum dan tidak memerlukan biaya bahan bakar.

“Piko Hidro ini pun mudah dirakit dan dioperasikanserta bisa beroperasi selama 24 jam sesuai dengan debit air. Teknologi inimembuatnya cocok untuk diterapkan di daerah terpencil yang memilikidebit air yang sesuai,” urai Robert.

Berkat PLTPH berdaya 1 KWH yang memanfaatkan aliran air sungai Wapra itu, maka 37 rumah di Kwaedamban kini bisa menikmati terang diwaktu malam.

“Itulah manfaat dari survei Ekspedisi Papua Terang,memetakan sumber pembangkit yang cocok untuk setiap desa di Papua. Dengan demikian pembangkit yang kami bangun bisa sesuai dengankarakteristik alam setempat sehingga diharapkan dapat bertahan dalamjangka panjang,” pungkas Robert.

2 dari 3 halaman

Pembangkit Listrik Tenaga Piko Hidro, Cocok untuk Daerah Terpencil

Listrik menjadi salah satu kebutuhan primer umat manusia. Hampir di setiap aktivitas manusia menggunakan listrik. Tapi, masih ada kawasan di Indonesia yang belum terjangkau aliran listrik.

Berangkat dari persoalan tersebut, Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik (P2 Telimek) LIPI memiliki beberapa hasil penelitian terkait energi terbarukan dengan biaya murah. Caranya dengan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Piko Hidro alias memanfaatkan kinetik air.

Piko Hidro merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan potensi energi air dengan head sangat rendah (1–3 meter) dengan debit yang besar.

Turbin arus sungai (TAS) bekerja karena adanya energi kinetik air yang mengalir memasuki turbin dan diarahkan oleh sudu pengarah menuju runner atau sudu gerak kemudian keluar melalui sebuah saluran yang disebut draft tube.

Energi kinetik air menyebabkan sudu turbin berputar sehingga poros turbin juga ikut berputar.

"Pembangkit listrik ini bisa menghasilkan energi listrik bahkan dari debit air yang sangat kecil," kata peneliti P2 Telimek LIPI, Anjar Susatyo di Bandung, Senin (22/4/2019).

Piko Hidro menggunakan turbin sederhana, mudah dipasang, serta ramah bagi organisme air seperti ikan. Selain itu, Piko Hidro mudah dalam pengoperasian dan perawatan.

"Mudah dalam instalasi, bangunan sipil sederhana dan murah serta keandalan tinggi," jelasnya.

Daya listrik maksimal yang dapat dibangkitkan oleh Piko Hidro adalah 1.000 watt. Turbin air ini sangat cocok untuk diaplikasikan di sungai atau pada saluran irigasi yang memiliki terjunan sekitar 1,5 meter atau lebih dengan debit air lebih dari 0,25 meter kubik per detik. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
PLN Sambung Listrik 658 Keluarga di NTT Pakai Dana Donasi
Artikel Selanjutnya
EBT jadi Andalan PLN Kejar Rasio Elektrifikasi 100 Persen