Sukses

PLN: Tarif Listrik untuk Kendaraan Bakal Lebih Murah dari BBM

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) menargetkan, tarif pengisian energi kendaraan listrik lebih murah dari harga Bahan Bakar Minyak (BBM), perusahaan tersebut pun membuka kesempat pihak swasta menyediakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Direktur Binis Regional Jawa Bagian Barat Haryanto WS mengatakan, agar masyarakat tertarik menggunakan kendaraan listrik, PLN akan membuat tarif listrik untuk kendaraan listrik lebih murah dari harga BBM.

"Harga listrik charging station SPKLU harus lebih murah dari bensin target‎," kata Haryanto, di Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Menurut Haryanto, PLN akan membuka kesempatan pihak swasta membangun SPKLU, hal ini untuk mepercepat perluasan infrastruktur pengisian kendaraan listrik. Rencananya, pihak swasta yang menyediakan SPKLU akan diberikan harga listrik khusus.

"Misalnya charging dikelola swasta itu kelompok tarif bsinis charging station dan harga khusus," tuturnya.

Haryanto mengungkapkan, untuk besaran tarif listrik yang digunakan‎ untuk pengisian energi kendaraan listrik dari SPKLU yang dikelola swasta, akan disamakan dengan tarif listrik SPKLU milik PLN yaitu Rp 1.467 per kilo Watt hour (kWh).

"Semua harga yang sampai ke pelanggan sama (antara SPKLU swasta dan PLN)," tandasnya.

2 dari 4 halaman

PLN Buktikan Kesiapan Tempat Pengisian Energi Kendaraan Listrik

Jambore kendaraan listrik nasional yang melibatkan perguruan tinggi Institut Sepuluh November (ITS) Surabaya memasuki‎ babak final. Program tersebut merupakan uji coba kendaraan listrik menempuh jarak Surbaya-Jakarta sejauh 900 kilo meter (Km).

Ketua Jambore Mobil Listrik ‎Yogauta Nugraha mengatakan, Jambore kendaraan listrik nasional melibatkan 14 kendaraan listrik berangkat dari Surabaya 28 Agustus 2019 sampai Jakarta pada 2 September 2019.

‎"Tadinya14 kendaraan, ada yang finish dan gugur, yang finish 3 sepeda motor 7 mobil," kata Yoga, di Kantor PLN Disjaya, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Yoga mengungkapkan, dalam perjalanan menuju Jakarta, rombongan kendaraan listrik tersebut singgah di 19 kantor PLN untuk mengisi energi kendaraan listrik melalui fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

‎"Kami melewati19 kantor PLN selama perjalanan di seluruh area dilewati sudah difasilitasi SPKLU, sehingga bisa melakukan pengisian," tuturnya.

 

3 dari 4 halaman

Buatan ITS

Direktur PUSAT Unggulan Iptek Sistem Kontrol Otomotif (PUI-SKO) ITS Muhammad Nur Yuniarto mengatakan, kendaran listrik yang digunakan pada Jambore kendaraan listrik nasional merupakan buatan ITS, kendaraan tersebut telah didesain bisa melakukan pengisian listrik di manapun.

"Memang sebenarnya konsep dari kendaraan listrik adalah seperti itu kita harus menyiapkan charger yang bisa kita program tergantung listrik yang ada di situ berapa," ujarnya.

Menurut Muhammad, pasokan listrik PLN untuk mengisi energi kendaraan listrik sudah mumpuni. Hal ini terbukti ketika timnya melakukan uji coba mobil listrik yang dinamai Kasuwari dengan menempuh jarak Sabang sampai Merauke yang mengandalkan listrik PLN.

"Ini mobil Kaswari sudah keliling Sabang sampai Merauke full 100 persen menggunakan listrik PLN artinya PLN kalau ada pertanyaan PLN siap enggak dengan listrik yang ada di Indonesia, seluruh pelanggan Indonesia PLN sudah siap terbukti kita jalan dari Sabang sampai Merauke tadi,"tandasnya

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
EBT jadi Andalan PLN Kejar Rasio Elektrifikasi 100 Persen
Artikel Selanjutnya
PLN Serahkan Pencabutan Subsidi Listrik 900 VA RTM ke Pemerintah