Sukses

Tak Perlu Rogoh Kocek Dalam, Cukup Rp 1 Juta Sudah Bisa Beli Sukuk

Liputan6.com, Jakarta - Banyak yang berpikir investasi sukuk bikin kantong jebol, meskipun manfaatnya akan terasa di kemudian hari. Untuk merangkul seluruh kalangan agar bisa ikut investasi sukuk, PT Mandiri Sekuritas menghadirkan produk investasi Sukuk Negara Tabungan seri ST 005.

Sukuk merupakan instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang dikelola berdasarkan prinsip syariah menggunakan akad wakalah, tidak mengandung unsur maysir (judi), gharar (ketidakjelasan) dan riba (usury).

Direktur Mandiri Sekuritas Lisana Irianawati mengatakan, produk ini bisa dimiliki hanya dengan nilai investasi minimal Rp 1 juta saja. Dengan nilai sebesar itu, nasabah bisa turut memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi negeri.

"Kami optimis Sukuk Negara Tabungan seri ST005 ini bisa jadi pilihan investasi yang diminati masyarakat karena harganya yang terjangkau, mulai dari Rp 1 juta saja," ungkapnya sebagaimana dikutip Liputan6.com dari keterangan resmi, Senin (12/08/2019).

Sukuk ini menawarkan imbal hasil dengan mekanisme floating with floor alias mengambang dengan batas minimal 7,4 persen per tahun, dimana penerimaan imbal hasil akan dibayarkan setiap tanggal 10, dimulai 10 Oktober 2019.

Produk ini dapat dibeli secara online melalu layanan Investasi Mandiri Sekuritas Online Securities Trading (MOST) di sbn.most.co.id. Registrasinya cepat dan investasinya bisa dipantau kapan saja dimana saja.

Jika tertarik, Anda bisa memesan produk sukuk ini mulai tanggal 8 Agustus 2019 hingga 21 Agustus 2018.

2 dari 2 halaman

22 Sukuk Korporasi Senilai Rp 3,3 Triliun Telah Terbit di Awal 2019

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa sepanjang awal 2019 ini perusahaan di Indonesia telah menerbitkan sebanyak 22 sukuk korporasi yang merupakan instrumen keuangan syariah.

Direktur Pasar Modal Syariah OJK Fadilah Kartikasasi menyebutkan, saat ini penerbitan sukuk di Indonesia telah mencapai Rp 24,28 triliun dari total sukuk sebanyak 120 seri. Secara total keseluruhan, nilai penerbitan sukuk telah mencapai Rp 39,45 triliun.

"Sukuk korporasi itu jumlahnya 197 seri yang sudah diterbitkan. Nah kalau nilai outstanding Rp 24,28 triliun itu jumlah sukuknya 120 seri," kata dia, di kantornya, Kamis (9/5/2019).

Dia merinci, dari total 120 sukuk tersebut mayoritas adalah jenis akad yaitu Ijarah dengan banyak 85 seri, kemudian Mudharabah sebanyak 32 seri, dan Wakalah sebanyak 3 seri.

"Sepanjang 2019 sudah ada 22 sukuk yang diterbitkan dengan nilai mencapai Rp 3,3 triliun," ujarnya.

Dia optimis angka tersebut akan tersebut mengingat tahun 2019 pun baru berjalan beberapa bulan. Terlebih lagi potensi pasar modal syariah dinilai sangat besar.

"Sampai dengan April ini sudah 22 penerbitan dengan total Rp 3,3 triliun dan ini akan terus bertambah angkanya," tutupnya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Sri Mulyani Pede RI Tetap Menarik bagi Investor
Artikel Selanjutnya
Investasi 5 Sektor Ini Jadi Penentu Pertumbuhan Ekonomi Indonesia