Sukses

Perlu Pemantau Mutu Independen Buat Cegah Kejadian Seperti Tol BORR

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPTJ), Danang Parikesit angkat suara terkait kejadian runtuhnya material cor Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) di Kota Bogor pada Rabu kemarin. Atas kejadian ini, BPTJ akan melakukan evaluasi kualitas pembangunan tol tersebut.

"Pasti, kita akan evaluasi yang pertama kualitas konstruksi maupun keamanan pembangunan dan bagi pengguna jalan tol maupun secara umum," katanya saat ditemui di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Danang menyebut ada beberapa strategi yang akan dilakukan pihaknya untuk melakukan kajian terhadap kontruksi pembangunan tersebut. Salah satunya adalah dengan mendorong lebih banyak aktivitas dari pemantau mutu independen.

Kemudian kedua pihaknya juga mendorong struktur khusus seperti jembatan dan flyover atau terowongan dibagi menjadi dua komite. Yakni dapat melalui Komite Keselamatan Konstruksi (K2) dan tim Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).

"Sehingga dua komite ini akan bekerja sebelum pengerjaan metodenya dikasih tahu dulu, kemudian komiter KKJJT kalau terjadi kegagalan konstrukai datang melakukan penelitian mengenai sebab kejadian, kemudian pengelolaan selanjutnya seperti apa," kata Danang.

BPTJ sejauh ini tidak bisa mengambil tindakan, sebab permasalahan ini domainnya ke Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang berkewenangan untuk melakukan investigasi. Dia pun berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. "Lalu diharapkan tidak ada korban atau dihindarkan," imbuhnya.

 

2 dari 2 halaman

Bracket Terlepas

Sebelumnya, kepala tiang Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) yang berada di Jalan Soleh Iskandar, Tanah Sareal, Kota Bogor, ambruk pada Rabu (10/7/2019) dini hari. Akibat kejadian tersebut Jalan Soleh Iskandar ditutup sementara.

Informasi yang didapat di lapangan, kecelakaan itu terjadi saat para pekerja sedang melakukan pengecoran tiang pancang proyek tol layang Lingkar Luar Bogor sesi 3A. Di mana tiang tersebut terdapat bracket tember yang fungsinya sebagai penyangga plat yang akan dicor.

Namun, pada saat pekerja memasukkan cor ke dalam kepala tiang pancang tersebut, tiang bracket terlepas dan jatuh sehingga seluruh material cor dan bracket tember jatuh ke bawah.

Akibat kejadian ini membuat jalur mengarah Parung maupun menuju Kota Bogor ditutup.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Loading
Artikel Selanjutnya
Proyek Tol BORR Ambruk, Kontraktor Bakal Kena Sanksi
Artikel Selanjutnya
Bangun Superblok di Bekasi, Pakuwon Gelontorkan Rp 2 Triliun