Sukses

Miliarder Warren Buffett Sebut Perang Dagang Buruk Bagi Dunia

Liputan6.com, Jakarta Miliarder yang saat ini berusia 88 tahun, Warren Buffett mengatakan perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China akan memperburuk keadaan dunia.

Seperti dilansir dari laman Reuters, Buffett berbicara hal ini setelah Presiden AS, Donald Trump menyatakan menaikkan tarif impor China yang semula hanya 10 persen menjadi 25 persen.

Hal ini membuat pasar saham utama di seluruh dunia jatuh. Buffett pun mengatakan ini hal yang wajar.

Pemilik Berkshire Hathaway Inc ini telah berinvestasi di banyak perusahaan yang melakukan bisnis di China termasuk Apple Inc, dengan nilai saham lebih dari USD 50 miliar. Investasi lain adalah pada pembuat mobil listrik China BYD Co.

"Perang dagang akan berdampak buruk bagi seluruh dunia," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Berkshire Charlie Munger mengatakan apa yang dilakukan Trump sebenarnya bukan hal yang gila karena menginginkan tarif yang lebih tinggi pada beberapa barang. Sama halnya dengan Buffett, Munger juga mengatakan perang dagang ini sangatlah buruk.

Meskipun ada kekhawatiran, namun Buffett mengatakan jika AS dan China bakal menjadi negara adidaya dunia untuk 100 tahun ke depan dan akan selalu memiliki ketegangan seperti ini.

Perang dagang ini tidak akan mempengaruhi Berkshire yang berbasis di Omaha, menurut Buffett. Perusahaan ini memiliki lebih dari 90 cabang perusahaan termasuk utilitas, pembuat bagian industri dan bahan kimia, asuransi mobil Geico dan es krim Dairy Queen. Di akhir Maret, jumlah investasi Berkshire mencapai USD 191,8 miliar.

2 dari 2 halaman

Buffett Berpendapat Perundingan akan Rumit itu 'Wajar'

"Kami akan membeli saham yang sama hari ini seperti minggu lalu, dan kami akan sangat bahagia jika China akan menyatakan minatnya untuk transaksi Berkshire," ungkapnya.

Buffett menambahkan jika pembicaraan yang sulit sebelum negoisasi perdagangan dapat dimengerti. Ia juga mengatakan tarif yang direncanakan Trump ini akan memperparah hubungan dengan pemimpin China, Xi Jinping.

Namun, Buffett berpendapat jika hal ini sangat biasa dan wajar terjadi, mengingat akan ada dua sudut pandang dari dua pemimpin negara yang berbeda dan tentulah ini akan menjadi sangat rumit.

Sementara itu, kepala eksekutif unit Berksihre's Brooks Running mengatakan perusahaannya telah mengakhiri sebagian besar produksi sepatunya di China dan memindahkan proyek ini ke Vietnam karena masalah tarif.

Buffett mengatakan AS perlu meningkatkan hubungan perdagangannya dengan Kanada dan Meksiko.

Loading
Artikel Selanjutnya
Terkuak, 15 Negara Penghasil Miliarder Terbanyak di Dunia
Artikel Selanjutnya
Jumlah Miliarder Sepuh Indonesia Paling Banyak di Dunia