Sukses

Tol Paspro Beroperasi, Merak ke Probolinggo Kini Hanya 11,5 Jam

Liputan6.com, Probolinggo - Presiden Joko Widodo telah meresmikan Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) pada Rabu, 10 April 2019. Dengan ini, jalan Tol Trans Jawa dari Merak hingga Probolinggo sudah hampir 1.000 kilometer (km).

"Kalau kita lihat dari Cawang sampai Probolingo sekarang sudah tembus 840 km. Kalau dimulai dari ujung barat, dari Merak sampai Probolinggo tembus 962 km," kata Jokowi di Probolinggo seperti dikutip Merdeka.com.

Presiden percaya Tol Paspro akan mengurangi kemacetan lalu lintas dari Surabaya ke Probolinggo hingga 40 persen. Tol pun akan gratis selama seminggu ke depan.

Selain itu, waktu tempuh Surabaya-Probolinggo juga akan terpangkas. Biasanya jarak kedua kota ini ditempuh selama 3 jam. Kini dengan adanya Tol Paspro, hanya ditempuh 1,5 jam.

Artinya, jarak keseluruhan dari Merak ke Probolinggo hanya 11,5 jam saja. Sebagai informasi, saat ini pengendara hanya butuh 10 jam dari Merak ke Surabaya lewat Tol Trans Jawa.

Padahal dulunya, perjalanan dari Merak ke Probolinggo butuh waktu sekitar 23 jam. Pembangunan Tol Paspro pun berhasil memangkas setengah waktu tempuh.

Turut diharapkan oleh Presiden agar jalur yang masuk bagian tol Trans Jawa ini mempermudah konektivitas logistik di wilayah setempat. Industri kecil dan pariwisata pun turut disorot agar semakin berkembang berkat tol Paspro.

"Dengan adanya tol ini, kami harapkan terjadi mobilitas barang, mobilitas orang, mobilitas logistik dengan lebih cepat. Dan diharapkan kawasan-kawasan industri, industri kecil, mikro yang ada di daerah-daerah lebih cepat berkembang karena aksesnya lebih mudah," kata Jokowi.

Setelah Tol Paspro, Jokowi berkata akan menyelesaikan jalan tol hingga ke Banyuwangi di bagian paling timur pulau Jawa. Bila itu tercapai, total panjang Tol Trans Jawa pun mencapai 1.148 km.

2 dari 3 halaman

Kurangi Biaya Angkut

Beroperasinya jalan tol yang merupakan bagian dari jaringan jalan tol Trans Jawa ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh secara signifikan dari Pasuruan ke Probolinggo dan sebaliknya, dari sebelumnya 2,5 jam menjadi 30 menit.

"Pembangunan tol ini diharapkan memberikan dampak bagi pemerataan pertumbuhan ekonomi wilayah sekitarnya, serta memperlancar dan mengurangi biaya angkutan logistik di Jawa Timur," tutur Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, I Gusti Ngurah Putra.

Proyek Jalan Tol Pasuruan – Probolinggo diperoleh Waskita pada tahun 2015 dengan nilai kontrak sebesar Rp 2,9 triliun. Jalan Tol Pasuruan - Probolinggo memiliki 3 (tiga) Gerbang Tol (GT). Yakni GT Tongas, GT Probolinggo Barat dan GT Probolinggo Timur.

Sebelumnya jalan tol Paspro telah dibuka secara fungsional saat periode libur Natal dan Tahun Baru 2019. Pengerjaan proyek jalan tol ini dimulai Mei 2016 dan selesai pada Desember 2018.

3 dari 3 halaman

Erick Thohir: Tol Pasuruan Probolinggo Penting untuk Wilayah Tapal Kuda

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohirmenyatakan, peresmian jalan tol Probolinggo-Pasuruan (Paspro) serta pengembangan kawasan pelabuhan Probolinggo sebagai pintu ekspor Jawa Timur, akan berdampak baik bagi pergerakan ekonomi di Indonesia bagian Timur. Sebab, jarak tempuh untuk mobilitas barang, jasa, dan penduduk menjadi lebih cepat. 

"Dengan adanya jalan Tol Probolinggo-Pasuruan, jarak tempuh menjadi lebih cepat, 30 menit," tutur Erick Thohir di Probolinggo, Jawa Timur, Rabu, 10 April 2019 melalui sebuah pernyataan tertulis. 

"Lalu kota yang berada di wilayah Tapal Kuda, Jatim ini, dengan pengembangan pelabuhan Probolinggo akan menjadi jalur utama pantai utara yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Bali yang masih merupakan destinasi wisata utama," ia melanjutkan.

Menurutnya, meski pemerintah mendanai awal pembangunan infrastruktur melalui APBN, namun dampak yang diharapkan akan tetap menarik kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di berbagai sektor di Probolinggo.

Yaitu, seperti sektor perkebunan, pertanian, hingga pariwisata. Ia menegaskan, hal ini adalah kesempatan baik bagi para wirausahawan lokal untuk mengambil kesempatan.

Selain itu, Erick Thohir menilai pemerintahan Jokowi juga sudah mendukung kesiapan sumber daya manusia di daerah Probolinggo dan daerah lainnya.

"Melalui penguatan Balai Latihan Kerja (BLK) di Probolinggo, untuk pembaruan kejuruan dan materi training serta sertifikasi bagi calon pekerja. Atau Kartu Pra-Kerja yang punya tujuan sama, serta pemberian modal usaha," tukas Erick.