Sukses

Kemenperin Gelar Pameran Produk Kerajinan Yogyakarta

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama dengan Dekranasda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar pameran Kerajinan Jogja Istimewa 2019 yang menampilkan‎ hasil karya para pengrajin asal Kota Pelajar tersebut.

Sekretaris Ditjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Eddy Siswanto mengatakan, Yogyakarta merupakan salah satu kota yang menjadi sentra industri kreatif di Indonesia.

Sebab para pengrajin dan seniman di kota tersebut butuh wadah untuk mempromosikan hasil karyanya.

"Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang berhasil mengembangkan potensi industri kreatif, khususnya pada sektor kerajinan. Sejalan dengan itu, pengembangan potensi IKM kerajinan merupakan salah satu program prioritas yang dilakukan oleh Kementerian Perindustrian," ujar dia di Plasa Industri Kemenperin, Jakarta Selasa (9/4/2019).

Dia menjelaskan, dalam rangka mendukung perkembangan IKM di Yogyakarta, Kemenperin telah menjalankan sejumlah program pembinaan sumber daya manusia (SDM) dan juga pengenalan teknologi kepada para pengrajin. Salah satunya dengan adanya e-Smart IKM yang menjadi pintu bagi para pengrajin untuk memasarkan produknya melalui platform e-commerce.

"Saya mengharapkan agar pembinaan dapat kita lakukan dengan lebih fokus dan saling melengkapi satu sama lain, sehingga akan memberikan dampak positif bagi pengembangan industri kecil dan menengah yang akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan dan penguatan ekonomi rakyat," kata dia.

 

2 dari 3 halaman

Pameran Tahun Ke-4

Pada tahun ini, pameran Kerajinan Jogja Istimewa telah memasuki tahun ke-4. Pada tahun ini, pameran tersebut menampilkan produk-produk kerajinan kayu, produk logam, perak, anyaman, aksesoris, batik, makanan olahan dan aneka produk dari 53 IKM di 5 Kota/Kabupaten DIY.

"Saya juga mengharapkan kepada peserta pameran untuk terus melakukan research dan pengembangan desain dengan menciptakan produk-produk kerajinan yang lebih berdaya saing," tandas dia.

3 dari 3 halaman

Produk Karya Narapidana Berhasil Tembus Pasar Eropa

Produk hasil karya para narapinada Indonesia telah berhasil menembus pasar ekspor. Tak tanggung-tanggung, produk-produk tersebut masuk ke pasar di Eropa.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan pelatihan terhadap para narapidana. Pelatihan ini dilakukan agar para narapidana tersebut mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai jual tinggi.

"Jadi yang didukung itu kan sebetulnya bisa disebut program graduasi agar para masyarakat yang dibina begitu keluar dari lapas bisa mempunyai jiwa wirausaha, punya kompetensi dan kemampuan untuk melanjutkan karir mandiri. Dan itu ada beberapa yang sudah jadi desainer, pengrajin, mempekerjakan tenaga kerja yang cukup bahkan produknya sudah ada yang bisa di ekspor," ujar dia di Kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Produk-produk hasil produksi narapidana ini diekspor ke sejumlah, seperti Jepang, Korea Selatan hingga ke negara-negara di Eropa. Produk-produk tersebut khususnya berbentuk barang kerajinan seperti mebel dan lain-lain.

"Ada yang masih di penjara itu sudah ada yang bisa diekspor. Di situ ada sarung tangan, barang kerajinan. (Negara tujuan?) Macam-macam," kata dia.

Airlangga menyatakan, dirinya berharap melalui pelatihan dan pembinaan yang dilakukan pemerintah dapat membuat para narapidana memiliki pekerjaan setelah keluar dari lapas dan diterima secara kembali di tengah masyarakat.

"Tentu akan meningkatkan kepercayaan diri. Tentu dia mempunyai kepercayaan diri setelah dia bergaul dengan masyarakat akan menjadi baik," tandas dia.

Loading
Artikel Selanjutnya
Menperin Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Lebak Banten
Artikel Selanjutnya
Kontribusi Industri Pengolahan Non-Migas ke PDB Capai 19,62 Persen