Sukses

Dua KEK Baru Bangka Belitung Beri Devisa USD 1 Miliar ke Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Bangka Belitung bakal memiliki dua kawasan ekonomi khusus (KEK) baru yakni Tanjung Gunung dan Sungailiat. KEK baru ini diyakini dapat mendorong kunjungan wisatawan sebanyak satu juta ke Bangka Belitung tiap tahun.
 
Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengatakan potensi devisa yang bakal masuk dari kunjungan satu juta wisatawan ini mencapai USD 1 miliar per tahun.
 
"Di Tanjung Gunung saja bisa 500.000 sampai satu juta wisatawan sendiri," ujarnya saat ditemui di KEK Tanjung Gunung, Bangka Belitung, kemarin.
 
 
Dia melanjutkan potensi investasi dari dua KEK ini mencapai rata-rata Rp 5 triliun. "Kita harapkan tema berbeda. Tanjung gunung MICE. Di sana (Sungailiat) resort. Itu akan saling melengkapi," ucapnya.
 
Guna menarik wisatawan, Menteri Arief menyarankan pengelola Tanjung Gunung untuk bisa membuat landmark berupa theme park. "Seperti Mandalika bisa menarik motoGP. Dan itu sudah diterima pak presiden, final," kata dia.
 
Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, menambahkan ada dua tantangan yang harus dipecahkan pengelola dua KEK ini. Pertama, masalah pembebasan lahan. Kedua, mengubah budaya masyarakat.
 
"Saya percaya begitu mereka (pengelola Tanjung Gunung) sudah tuntas urusannya (pembebasan lahan) dengan PT Timah, karena ini kuasa pertambangan PT Timah, begitu dia selesai kita akan proses."
 
"Selain itu, budaya orang Bangka Belitung itu petambang. Bagaimana mempengaruhi orang untuk siap melayani itu tema sendiri," tambahnya.
 
Presiden Joko Widodo memastikan jika permasalahan lahan dua KEK ini bisa diselesaikan, dirinya akan segera menandatangani peraturan yang menjadi payung hukumnya.
 
"Sedang diproses. Tadi baru di tanya ke menko ekonomi. Masih ada urusan pembebasan lahan. Nanti selesai masuk, kita tanda tangan. Secepat cepatnya. Karena peminat masuk sana sudah ada," kata dia.
 
Reporter: Harwanto Bimo
 
Sumber: Merdeka.com
2 dari 2 halaman

KEK Tanjung Kelayang Telah Serap Investasi Rp 489 Miliar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang di Pulau Belitung, Bangka Belitung. KEK tersebut diharapkan mempercepat pembangunan ekonomi daerah serta meningkatkan daya saing ekonomi melalui peningkatan investasi.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengatakan salah satu investor yang sudah merealisasikan penanaman modalnya di KEK Tanjung Kelayang ialah Sheraton. Di mana, nilai investasinya mencapai Rp 489 miliar.

"Itu baru 76 persennya. Diharapkan 100 persen selesai pada Agustus nanti," ujarnya saat ditemui di Bangka Belitung, Kamis (14/3/2019).

Presiden Jokowi mengatakan bahwa pemerintah menargetkan KEK Tanjung Kelayang bisa menyerap investasi hingga Rp 9 triliun. "Diharapkan di KEK lain berikutnya juga akan masuk investasi," ucapnya.

Dibangun di areal seluas 324 hektare, KEK Tanjung Kelayang diproyeksikan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 23.645 orang. Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dalam laporannya menuturkan, sampai saat ini sudah 12 (dua belas) KEK yang ditetapkan, 8 (delapan) diantaranya bertema manufaktur, dan 4 (empat) diantaranya bertema kepariwisataan.

Adapun yang sudah resmi beroperasi ada 6 (enam) KEK, yaitu KEK Sei Mangkei, KEK Tanjung Lesung, KEK Palu, KEK Mandalika, KEK Galang Batang, dan KEK Arun Lhokseumawe. "KEK Tanjung Kelayang, bersama dengan KEK Bitung, Morotai, dan Maloy Batuta Trans Kalimantan Insha Allah sudah dapat diresmikan pengoperasiannya," sambung Menko Darmin.

KEK ini dikembangkan sebagai instrumen transformasi ekonomi masyarakat Bangka Belitung, dari sebelumnya pertambangan timah, menjadi kepariwisataan. Provinsi yang dulunya bergabung dengan Sumatera Selatan inipun bersiap diri menjadi destinasi wisata kelas dunia.

"Lokasi KEK Tanjung Kelayang sangat strategis karena terletak di Pulau Belitung, yang secara geografis berada di antara Jakarta dan Singapura, yang diincar sebagai target captive market. Hingga saat ini di KEK Tanjung Kelayang sudah berhasil menarik investasi dengan menghadirkan jaringan hotel internasional seperti Starwood Asia Pacific dan Accor Asia Pacific," tambah Darmin.

Reporter: Harwanto Bimo Pratomo

Sumber: Merdeka.com

Minum Miras Oplosan, 6 Warga Tewas
Loading
Artikel Selanjutnya
Pemerintah Siapkan Lahan 10 Hektare Bangun Kampus di Serpong