Sukses

Minta Restu BI, LinkAja dan Alipay Siap Ramaikan Pasar Keuangan

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan kini tengah memproses permohonan izin usaha dari dua produk layanan pembayaran digital, yakni Alipay dan LinkAja. Proses izin ini untuk bisa beroperasi di pasar financial technology (fintech) Indonesia.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng mengatakan, Alipay yang telah menyepakati kerja sama dengan CIMB Niaga beberapa waktu lalu telah mengajukan permohonan izin untuk masuk ke pasar dalam negeri.

"CIMB dan Alipay sudah ada pengajuan ke BI, dan masih ada beberapa aspek serta penyesuaian-penyesuaian," ujar dia di Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Sedangkan untuk LinkAja yang merupakan produk gabungan dari beberapa uang elektronik, ia menambahkan, kemajuannya sudah cukup bagus dan telah memasuki tahap akhir, sehingga siap untuk direalisasikan.

"Permohonan sudah diajukan ke BI dan dokumen-dokumen sudah dilengkapi. Kita sudah lihat sistem yang ada, nampaknya sudah tahap akhir dan bisa kita realisasikan dalam waktu dekat," ujar dia.

Sementara satu layanan pembayaran digital lain yang rencananya hendak masuk ke Indonesia yakni WeChat. Sugeng menyatakan, belum ada lampiran surat permohonan izin usaha kepada Bank Indonesia.

"WeChat masih tahap diskusi, belum ada permohonan ke BI. Jadi kayaknya masih perlu waktu," pungkas Sugeng.

 

2 dari 2 halaman

LinkAja, Sistem Pembayaran QR Qode Besutan BUMN Bakal Rilis Maret

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan bahwa BUMN Perbankan siap meluncurkan platform pembayaran berbasis Quick Response code (QR Code) pada awal Maret ini. Adapun platform ini nantinya akan disebut dengan LinkAja.

"Sistemnya itu nanti pakai QR Code. Dan LinkAja sebentar lagi kita akan launch. BUMN kan ada ulangtahun. Kita harapkan awal maret ini akan launch," ujarnya di Menara Astra, Jakarta Selatan, Rabu 20 Februari 2019.

Tujuannya dibuatnya platform berbasis QR Code tersebut ialah memudahkan transaksi pembayaran dalam satu wadah. Pihaknya mengaku menyasar masyarakat-masyarakat pelosok Indonesia dalam penciptaan platform LinkAja itu.

"Karena kita lihat kan ada bumn perbankan dan saya tekankan BUMN itu satu keluarga. Dan BUMN adalah badan usaha milik negara yaitu milik rakyat. Oleh karena itu dalam pelayanan kita harus berikan yang terbaik kepada masyarakat. Kita jadikan satu agar lebih efisien dan menjangkau ke seluruh masyarakat di pelosok Indonesia," jelas dia.

Sebagai informasi saja, dalam platform LinkAja ini nantinya terdiri dari empat bank BUMN. Adapun anggota Himbara tersebut ialah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Mandiri Tbk (Mandiri), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Fitch Tetapkan Indonesia Investment Grade, Ini Kata Gubernur BI
Artikel Selanjutnya
Akibat Wabah Virus Corona, Dana Asing Rp 980 Miliar Kabur dari Indonesia