Sukses

Rupiah Sentuh 14.085 per Dolar AS, IHSG Menguat 16,18 Poin

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan di zona hijau pada perdagangan saham menjelang akhir pekan ini.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (25/1/2019), IHSG menguat 16,18 poin atau 0,25 persen ke posisi 6.482,84. Indeks saham LQ45 mendaki 0,26 persen ke posisi 1.025. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Penguatan IHSG tersebut tertinggi sejak April 2018. IHSG menguat didorong 216 saham yang menghijau. 204 saham melemah dan 124 saham diam di tempat.

Pada Jumat pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.498,33 dan terendah 6.470,12.

Total frekuensi perdagangan saham 457.544 kali dengan volume perdagangan 12,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,1 triliun. Investor asing jual saham Rp 141,80 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di posisi Rp 14.085.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham aneka industri turun 0,07 persen dan sektor saham keuangan terpangkas 0,04 persen.

Sektor saham pertanian menguat 1,8 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Disusul sektor saham konstruksi menanjak 1,13 persen dan sektor saham barang konsumsi menguat 0,37 persen.

Saham-saham yang membukukan penguatan besar antara lain saham CLAY mendaki 25 persen ke posisi Rp 925 per saham, saham NATO melonjak 24,56 persen ke posisi Rp 426 per saham, dan saham TINS menanjak 20,91 persen ke posisi Rp 1.330 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham HOME merosot 17,36 persen ke posisi Rp 119 per saham, saham TRUS melemah 17,14 persen ke posisi Rp 348 per saham, dan saham DSSA tergelincir 15,85 persen ke posisi Rp 15.000 per saham.

Bursa saham Asia kompak menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng mendaki 1,65 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi menanjak 1,52 persen, indeks saham Jepang Nikkei melonjak 0,97 persen.

Selain itu, indeks saham Thailand menguat 0,20 persen, indeks saham Shanghai bertambah 0,39 persen, indeks saham Singapura menguat 0,36 persen dan indeks saham Taiwan mendaki 0,94 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, penguatan IHSG didorong January Effect. "Selain itu stabilitas fundamental makro ekonomi domestik yang inklusif dan berkesinambungan," ujar Nafan saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan,  rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang stabil juga mendukung IHSG. "Dari eksternal ada penguatan harga komoditas dunia dan indeks regional karena membaiknya data CPI Jepang dari 0,9 persen menjadi 1,1 persen," ujar dia.

 

2 dari 2 halaman

Awal Sesi, IHSG Menguat

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau pada awal perdagangan saham hari ini. Seluruh sektor saham menguat dipimpin sektor konstruksi.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Jumat 25 Januari 2019, IHSG naik 7,5 poin ke posisi 6.474,15.

Pada pukul 09.00 WIB, IHSG kembali menguat 19,9 poin atau 0,3 persen ke posisi 6.486,6. Indeks saham LQ45 juga naik 0,35 persen ke posisi 1.026,75. Seluruh indeks saham acuan menghijau.

Sebanyak 141 saham menguat. Kemudian 19 saham melemah dan 101 saham diam di tempat. Pada awal sesi perdagangan saham, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.490,34 dan terendah 6.472,3.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 7.338 kali dengan volume perdagangan 196,6 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 114,1 miliar.

Investor asing beli saham Rp 19,5 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.165.

Seluruh sektor saham menguat. Penguatan dipimpin saham konstruksi yang naik 0,55 persen. Diikuti sektor saham perkebunan naik 0,52 persen dan infrastruktur 0,52 persen.

Saham-saham yang membukukan penguatan antara lain saham CLAY mendaki 25 persen ke posisi Rp 925 per saham, saham ETWA menguat 13,51 persen ke posisi Rp 184 per saham, dan saham ICON melonjak 10,20 persen ke posisi Rp 108 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham MPOW melemah 5,13 persen ke posisi Rp 111 per saham, saham SIMA terpangkas 6,67 persen ke posisi Rp 252 per saham, dan saham FOOD turun 3,9 persen ke posisi Rp 290 per saham.

 

 Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Jelang Akhir Pekan, Rupiah Betah di Posisi 14.150 per Dolar AS
Artikel Selanjutnya
Seluruh Sektor Saham Menghijau, IHSG Dibuka Menguat