Sukses

Bagasi Berbayar Bisa Tingkatkan Kualitas Layanan

Liputan6.com, Jakarta - Dua maskapai berbiaya rendah atau Low Cost Carrier (LCC) yakni Lion Air dan Wings Air menghapus ketentuan layanan bagasi gratis atau Free Baggage Allowance (FBA) bagi para penumpang. Dalam aturan tersebut, penumpang dibatasi barang bawaan maksimal seberat 7 kg ke dalam bagasi kabin, untuk selebihnya dikenai tarif tambahan.

Kebijakan itu rencananya bakal diikuti oleh maskapai penerbangan lain, Citilink yang akan memberlakukan pengenaan tarif bagi penerbangan domestik. Lantas, apakah aturan ini bakal ikut menaikan tarif pesawat?

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Hengki Angkasawan mengatakan, bagasi berbayar tak akan buat tarif pesawat naik lantaran keduanya diatur dalam regulasi yang berbeda.

"Enggak, itu konteksnya berbeda. Soal tarif LCC itu ada di Peraturan Menteri Perhubungan. Dan itu terpisah dengan permohonan bagasi berbayar. Itu (ongkos pesawat) ada tarif batas atas batas bawahnya," jelas dia kepada Liputan6.com, Sabtu (12/1/2019).

Mengacu Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2016 tentang Mekanisme Biaya Penerbangan dan Tarif Penumpang, batas bawah ongkos pesawat berbiaya murah ialah sebesar 30 persen dari tarif batas atas.

Hengki melanjutkan, pengenaan tarif pada layanan bagasi ini bisa membuat jadwal pemberangkatan pesawat lebih efisien, serta dapat meningkatkan disiplin para penumpang terkait barang bawaan.

"Pesawat kan sering delay take off gara-gara lama dalam mengatur barang bawaan yang banyak. Dengan berbayar ini, kualitas pelayanan bagasi bisa lebih ditingkatkan," jelasnya.

"Lalu juga membuat penumpang untuk tidak terlalu banyak barang bawaan ke dalam pesawat. Kalau misalkan seorang penumpang berangkat untuk waktu 2-3 hari, bawaan di bawah 7 kg juga cukup mestinya," dia menambahkan.

Lebih lanjut, dia juga menyatakan, baru Lion Air saja yang memberikan laporan untuk memasang harga dalam pelayanan bagasi. Sementara maskapai berbiaya murah lain seperti Citilink hingga saat ini belum menyerahkan usulan.

"Maskapai LCC yang memberikan laporan bagasi berbayar hingga saat ini baru Lion Air saja. Mereka saat ini masih masa percobaan selama 14 hari. Maskapai lain seperti Citilink belum," tutur Hengki.

2 dari 3 halaman

YLKI: Bagasi Berbayar, Trik Maskapai Naikkan Tiket Pesawat Terselubung

Sebelumnya, Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, mengatakan faktualnya pengenaan bagasi berbayarmembuat pengeluaran konsumen untuk biaya transportasi pesawat menjadi naik. 

"Dengan demikian, bagasi berbayar adalah kenaikan tarif pesawat secara terselubung," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Pengenaan bagasi berbayar, menurut Tulus, juga berpotensi melanggar ketentuan batas atas atas tarif pesawat. Oleh karena itu, seharusnya Kemenhub bukan hanya meminta pihak maskapai untuk menunda pemberlakuan bagasi berbayar, tetapi juga mengatur besaran dan mengawasi pelaksanaan bagasi berbayar tersebut.

Jika tak diatur diawasi, lanjut dia, pengenaan bagasi berbayar adalah tindakan semena-mena maskapai, karena hal tersebut bisa menyundul tarif batas atas bahkan menyundul tarif maskapai yang selama ini menerapkan full services policy, seperti Garuda, dan Batik. Sementara serviceyang diberikan Lion Air, dan nantinya Citilink masih berbasis Low Cost Carrier.

"Ini jelas tindakan tidak adil bagi konsumen. Kalau bagasi berbayar diterapkan tanpa standar harga yang jelas, lalu apa gunanya kebijakan tarif batas atas dan batas bawah pada pesawat?," tambah Tulus.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Penumpang Mabuk Bikin Keributan di Pesawat

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Bagasi Pesawat Berbayar Maskapai Tarif Rendah
Artikel Selanjutnya
HEADLINE: Bagasi Pesawat Berbayar, Era Tiket Murah Berakhir?