Sukses

Pimpin Penguatan di Asia, Indeks Saham Shanghai Menguat 4 Persen

Liputan6.com, Hong Kong - Bursa saham Asia Pasifik sebagian besar menguat pada awal pekan ini. Indeks saham Shanghai memimpin penguatan dengan menguat lebih dari empat persen.

Indeks saham Shanghai menguat 4,09 persen ke posisi 2.654,88. Indeks saham tersebut sempat naik lebih dari 4,5 persen pada awal perdagangan.

Indeks saham Shenzhen mendaki 4,8 persen ke posisi 1.325,73. Indeks saham acuan di China ini melanjutkan reli sejak perdagangan Jumat pekan lalu. Hal ini seiring otoritas mendukung pasar usai data pertumbuhan ekonomi China melambat pada kuartal III 2018.

Namun, pengamat ragu atas reli yang terjadi di bursa saham China. "Akhirnya fundamental akan tetap berlaku,” ujar Vice President OCBC Bank, Vasu Menon, seperti dikutip dari laman CNBC, Senin (22/10/2018).

Menon mengatakan, ada kekhawatiran yang berkepanjangan atas perang dagang Amerika Serikat dan China. "Sepertinya tidak akan berakhir dalam waktu dekat," ujar dia.

"Anda melihat rebound hari ini, tetapi apakah itu berarti pasar telah berubah arah? Anda tahu akan memukul lebih tinggi?Saya tidak yakin. Saya kira tidak,” ujar dia.

 

 

2 dari 2 halaman

Sebagian Besar Bursa Asia Menguat

Di Jepang, indeks saham Nikkei menguat 0,37 persen ke posisi 22.614,82. Indeks saham Topix menguat 0,15 persen ke posisi 1.695,31. Indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 0,25 persen ke posisi 2.161,71. Indeks saham Hong Kong Hang Seng mendaki 2,2 persen.

Sedangkan indeks saham Australia/ASX 200 melemah 0,58 persen ke posisi 5.904,9. Sebagian besar sektor saham tertekan terutama sektor keuangan dan energi.

Di pasar uang, indeks dolar AS berada di posisi 95,50 dari posisi tertingginya 95,75. Yen Jepang di posisi 112,70 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan harga minyak Brent naik 0,53 persen ke posisi USD 80,2 per barel. Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) menguat 0,69 persen ke posisi USD 69,6.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
16-10-690: Bertakhtanya Kaisar Wanita Pertama China, Bengis dan 'Nakal'
Artikel Selanjutnya
Indonesia Banjir Impor Komponen Ponsel dari China