Sukses

Sektor Perikanan Kecil Belum Dapat Perhatian Pemerintah

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perencanaan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama Rare Indonesia menyelenggarakan Focus Group Discussion(FGD) dengan tema Tantangan dan Strategi Pengembangan Perikanan Skala Kecil yang Berkelanjutan.

Secara khusus, selain fokus kepada faktor yang berpengaruh kepada kesejahteraan dan produktifitas nelayan kecil, topik FGD ditekankan pada peranan nelayan kecil dalam pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.

Direktur Kelautan dan Perikanan Kementerian Perencanaan Nasional Sri Yanti menjelaskan, nelayan kecil layak mendapat perhatian khusus karena jumlahnya sebanyak 2,6 juta jiwa. Selain itu, kontribusi nelayan kecil bagi penyediaan lapangan kerja dan sumber protein lokal juga sangat besar.

Sri Yanti menyebutkan, dalam RPJMN 2015-2019, perikanan skala kecil belum didekati secara terpadu, belum tersentuh secara menyeluruh dan lebih titikberat lebih pada peningkatan harkat dan taraf hidup nelayan dan masyarakat pesisir.

"Penyusunan RPJMN periode selanjutnya (2020-2024) akan dilakukan secara inklusif sehingga menjadi milik semua stakeholder yang terlibat," jelas dia dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (11/10/2018).

Vice President Rare Indonesia, Taufik Alimi menambahkan, persaingan antar nelayan untuk mencari ikan menjadi salah satu sebab munculnya Illegal Un-reported and Un-regulated (IUU) fishing.

Hal ini disebabkan oleh berkurangnya sumber daya ikan akibat penangkapan ikan yang berlebihan dengan menggunakan alat tangkap yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menghambat keberlanjutan keberadaan stok ikan.

Pelibatan masyarakat dengan berkelompok untuk menjalankan Territorial User Rights for Fishing plus Reserve (TURF+R) atau mengelola akses area perikanan dapat menjadi pendekatan yang inovatif dalam mengubah perilaku nelayan.

 

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

2 dari 3 halaman

Solusi

Dalam FGD ini, berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi nelayan antara lain adalah  rusaknya habitat akibat reklamasi dan limbah, tidak adanya kewenangan nelayan atas kawasan laut, biaya melaut yang semakin besar, kesulitan dalam akses modal, jeratan tengkulak sertaminimnya kemampuan pengelolaan keuangan nelayan yang menyebabkan persaingan antar nelayan yang tinggi.

Sedangkan tantangan dari aspek tata kelola terutama adalah belum adanya informasi yang jelas mengenai hasil tangkapan, jumlah nelayan, jumlah kapal serta kendala dalam proses pengurusan pendaftaran kapal dan perizinan.

Beragamnya regulasi yang dirasa tidak konsisten juga menciptakan tantangan tersendiri di lapangan yang membutuhkan solusi yang sinergis dari berbagai pihak.

Beberapa solusi terkait dengan dengan permasalahan nelayan kecil, yaitu perlunya tindakan kolektif untuk posisi yang lebih baik dari nelayan kecil, peningkatan keefektifan pengelolaan kawasan perikanan sebagai dasar untuk pengelolaan regional dan juga diperlukan peningkatan kapasitas nelayan kecil agar dapat memenuhi peraturan perikanan yang berlaku.

Selain itu juga perlu peningkatan peran swasta dalam investasi modal, dan penyediaan hak eksklusif bagi nelayan kecil untuk mengelola wilayah laut mereka.

Solusi-solusi yang inovatif dan efektif diharapkan dapat secara efektif mengatasi beragam masalah yang dihadapi perikanan skala kecil.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Menteri Susi Ingatkan Nelayan di Belitung Jaga Sumber Daya Laut
Artikel Selanjutnya
Cerita Istri Nelayan Mendengar Kabar Sang Suami Hilang saat Melaut