Sukses

LRT Palembang Mogok, Ini Penyebabnya

Liputan6.com, Jakarta - Menyikapi kejadian berhentinya LRT Palembang secara mendadak pada segmen Stasiun Asrama Haji menuju Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Pemerintah meminta maaf kepada masyarakat di Wilayah Sumatera Selatan atas ketidaknyamanan menggunakan LRT Palembang pada saat pelaksanaan ujicoba operasi LRT Sumsel, Rabu, 1 Agustus lalu.

PPK LRT Sumsel Suranto mengatakan, terkait kejadian berhenti mendadak LRT Palembang, 2 kilometer menjelang St Bandara SMB II (stasiun tujuan), kondisi cuaca kota Palembang memang sedang dilanda hujan lebat. Tetapi, kondisi cuaca tersebut tidak mempunyai dampak signifikan atau tidak berpengaruh terhadap operasional LRT Palembang.

"Penyebab kejadian berhenti mendadaknya LRT Palembang ini, setelah dilakukan penyelidikan oleh Tim Ditjen Perkeretaapian bersama PT INKA dan PT KAI (Persero) adalah karena permasalahan kendala teknis pada sistem pengamanan operasional LRT Palembang," terang dia, Kamis (2/8/2018).

Pada saat kejadian, sensor pintu mengeluarkan indikator open, bahwa masih ada pintu LRT yang terbuka (setiap pintu LRT Sumsel terdapat sensor pintu). Indikator ini juga terbaca di kabin masinis. Karena indikator menunjukkan open, awak sarana LRT Sumsel mengadakan pengecekan kembali untuk memastikan bahwa pintu kereta sudah benar-benar tertutup. Akan tetapi, indikator pada sensor pintu tesebut masih terus menyala. Yang mengakibatkan mode standby LRT menyala, sehingga LRT tidak bisa dijalankan.

Dalam penyelidikan ditemukan bahwa setting sensor pintu ini masih terlalu sensitif. Jadi selama sensor pintu ini masih menujukkan indikator “open”, LRT ini tidak akan bisa menyala. Hal ini bisa kita analogikan seperti pada saat menggunakan kendaraan pribadi atau mobil.

"Di beberapa kendaraan pribadi sudah menggunakan teknologi ketika pengendara serta penumpang tidak menggunakan sabuk pengaman, indikator akan terus menyala, Dan ketika indikator tidak dihiraukan, mesin kendaraan akan ke posisi standby sehingga kendaraan tidak menyala," ungkapnya.

 

2 dari 3 halaman

Cara Mengatasi

Untuk mengatasi kendala teknis yang terjadi pada LRT Sumsel tersebut, awak sarana LRT Sumsel, setelah benar-benar memastikan bahwa semua pintu LRT Sumsel telah tertutup, mengaktifkan mode shorcut “egine on” untuk kembali menjalankan sarana LRT Sumsel ini. Penggunaan shorcut “egine on”, sebenarnya disarankan hanya untuk kondisi darurat (emergency).

Ditjen Perkeretaapian juga telah meminta kepada pihak penyedia sarana LRT Palembang ini, untuk segera memperbaiki kendala permasalahan sensor pintu pada keseluruhan 8 unit trainset LRT Sumsel.

"Faktor keselamatan dan keamanan tetap menjadi fokus perhatian utama dalam pembuatan sarana maupun pengoperasian LRT oleh putra-putri Indonesia ini. Peristiwa yang terjadi selama ujicoba operasi LRT Sumsel diharapkan dapat menjadi masukan perbaikan untuk membuat pengoperasian LRT Sumsel menjadi lebih baik. Sehingga animo masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera Selatan untuk mau pindah dari kendaraan pribadi beralih menggunakan LRT Sumsel ini dapat terus terjaga," pungkas Suranto. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: