Sukses

Adu Perilaku Konsumen RI vs Malaysia, Siapa Paling Doyan Belanja Online?

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia dan Malaysia merupakan dua negara yang memiliki jumlah penduduk muslim cukup besar. Di Ramadan ini, banyak perubahan aktivitas masyarakatnya, mulai dari pola makan, tidur, hingga perubahan pola belanja online yang dilakukan konsumen di Indonesia dan Malaysia.

iPrice Indonesia telah melakukan riset yang mencari tahu perilaku unik konsumen online Indonesia dan Malaysia selama bulan Ramadan. Marketplace ini membandingkan lebih dari 2 juta pengguna iPrice Indonesia dan Malaysia pada 3 minggu sebelum Ramadan (17 April-14 Mei 2018) dan 3 minggu saat Ramadan (15 Mei-11 Juni).

Hasil riset menunjukkan tiga temuan menarik mengenai konsumen online Indonesia dan Malaysia, seperti dikutip dari keterangan resmi iPrice Indonesia, Jakarta, Rabu (13/6/2018):

1. Perbandingan lonjakan konsumen online Indonesia dan Malaysia di waktu sahur

Riset iPrice menemukan terdapat lonjakan trafik dari pengguna di kedua negara pada pukul 5 pagi, yakni sebesar 350 persen di Indonesia dan 105 persen di Malaysia dibanding periode 3 minggu sebelum Ramadan.

Di Indonesia, lonjakan trafik ini sedikit lebih rendah dibanding riset tahun lalu, sebesar 400 persen di jam yang sama. Namun dengan data sebesar 2 juta pengunjung, analisa di periode ini menunjukkan ada peningkatan ketertarikan konsumen terhadap transaksi online dibanding 2017 yang menggunakan data sebesar 400 ribu pengunjung.

Pola konsumen lainnya, terdapat penurunan trafik pengunjung sebesar 4 persen pada pukul 18.00 di Indonesia dan turun 9 persen pada pukul 19.00 di Malaysia. Karena masyarakat melakukan kegiatan berbuka puasa. Setelah ibadah solat tarawih, trafik pengunjung belanja online kembali naik dengan puncak tertinggi pada pukul 22.00.

 

 

 

1 dari 3 halaman

2. Kota di Indonesia dan Malaysia yang paling aktif berbelanja online selama Ramadan

iPrice menggunakan data Google Analytics dari 15 Mei-12 Juni 2018 untuk menganalisa konsumen teraktif dalam berbelanja online berdasarkan wilayah di mana tempat tinggal.

Berikut 7 kota teraktif berbelanja online di Indonesia dari 2 juta pengguna iPrice, yakni Jakarta (42 persen), Surabaya (12 persen), Yogyakarta (9 persen), Medan (5 persen), Makassar (5 persen), Bandung (4 persen), dan Balikpapan (2 persen).

Selain paling aktif berbelanja online, konsumen di Jakarta masih memiliki ketertarikan yang tinggi untuk berbelanja offline. Terbukti program midnight sale di mal besar di Jakarta beberapa minggu lalu mendatangkan 100 ribu pengunjung dalam satu malam.

Sementara, di negeri tetangga Malaysia, persebaran pengunjung ini juga terpusat di negara bagian Kuala Lumpur (57 persen) dan Selangor (20 persen), merefleksikan tren kemelekan teknologi dan belanja dapnline yang hampir sama dengan Indonesia.

2 dari 3 halaman

3. Promosi yang paling dicari konsumen Indonesia dan Malaysia selama Ramadan

Indonesia

iPrice Indonesia juga menganalisa promosi apa saja yang paling dicari konsumen Indonesia dan Malaysia menggunakan data search interest Google Trends selama periode 16 Mei-12 Juni 2018.

Promosi supermarket paling diminati konsumen Indonesia. Hasil data menunjukkan sebesar 39 persen kata kunci pencarian Google yang paling popular selama Ramadan adalah promo supermarket dan minimarket seperti “promo Giant”, “promo Alfamart”, dan “diskon Superindo”.

Selain itu, sebesar 24 persen kata kunci popular merujuk pada promo-promo online marketplace seperti “Lazada promo”, “kode voucher Shopee”, “diskon Tokopedia”, dan “voucher Bukalapak”. Pencarian promo toko online ini menunjukkan minat konsumen yang cukup tinggi untuk berbelanja di marketplace selama Ramadan.

Konsumen Indonesia juga memiliki minat yang tinggi dalam pencarian promo baju lebaran. Terhitung sebanyak 19 persen kata kunci mengasosiasikan dengan promo toko daring yang khusus menjual produk fesyen, seperti “diskon Mataharimall” dan “voucher Zalora”.

Sisanya, konsumen Indonesia juga berminat para promo-promo ojek online dan promo tiket transportasi. Sebanyak 12 persen kata kunci merujuk pada “promo Grab”, “voucher Gojek”, “tiket promo” dan “diskon tiket pesawat”.

Sementara konsumen online Malaysia paling banyak mencari promo tiket mudik.

Berbeda dengan masyarakat Indonesia yang sudah jauh-jauh hari berburu tiket mudik, masyarakat Malaysia baru memiliki minat tinggi pada promo tiket pesawat di saat bulan Ramadan berlangsung.

Data Google Trends di periode yang sama menunjukkan sebesar 59 persen kata kunci pencarian “promotion” paling populer selama Ramadan merujuk pada promo tiket pesawat Air Asia, Malindo Air, dan Malaysia Airlines.

Selain tiket pesawat, kata kunci pencarian paling populer lainnya sebesar 35 persen merujuk pada promosi supermarket seperti Aeon, Giant, dan Tesco. Sama seperti Indonesia, konsumen Malaysia juga senang membeli produk bahan makanan untuk menyambut Lebaran.

Artikel Selanjutnya
Deplu AS Salah Tulis, Menyebut Singapura Ada di Malaysia
Artikel Selanjutnya
Mahathir Mohamad: Proyek Kereta Cepat Malaysia Bukan Dihentikan, tapi...