Liputan6.com, Jakarta - Harga emas diperkirakan masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan Kamis (16/7/2026). Meski demikian, volatilitas berpotensi meningkat karena investor menanti sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan memengaruhi pergerakan dolar AS sekaligus menjadi penentu arah harga emas dalam jangka pendek.
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai tren harga emas masih didominasi sentimen bearish. Menurut dia, peluang pelemahan masih terbuka selama harga belum mampu menembus area resistance penting di level US$ 4.079.
Berdasarkan analisis teknikal Dupoin Futures, struktur pergerakan emas pada time frame harian masih berada dalam fase primary bearish trend. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan jual masih mendominasi pasar.
Advertisement
"Selama level tersebut belum berhasil dilewati, peluang emas untuk melanjutkan pelemahan menuju area support harian di US$ 3.938 dinilai masih terbuka lebar," ujar Geraldo dalam keterangan tertulis.Â
Ia menjelaskan, kegagalan harga menembus resistance menjadi sinyal bahwa kekuatan beli belum cukup kuat untuk membalikkan arah tren.
Dengan demikian, setiap kenaikan harga masih berpotensi hanya menjadi koreksi sementara atau secondary trend, sementara tren utama masih mengarah turun.
Secara teknikal, indikator Moving Average juga masih berada di atas pergerakan candlestick. Posisi tersebut menunjukkan tren turun belum berubah dan belum ada sinyal pembalikan arah yang signifikan.
Â
Tekanan Jual Masih Kuat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826293/original/061766900_1715176240-fotor-ai-20240508204951.jpg)
Selain Moving Average, Dupoin Futures juga mencermati indikator Stochastic Oscillator yang masih menunjukkan momentum pelemahan.
Indikator tersebut bergerak menuju area oversold, menandakan tekanan jual masih cukup kuat meski pasar mulai memasuki fase jenuh jual. Kondisi ini memang membuka peluang terjadinya rebound teknikal, tetapi selama harga belum mampu menembus resistance di level US$ 4.079, peluang penguatan dinilai masih terbatas.
Berdasarkan kombinasi berbagai indikator teknikal, Dupoin Futures memperkirakan area US$ 3.938 menjadi support terdekat yang akan menjadi perhatian pelaku pasar.
Di luar faktor teknikal, pergerakan harga emas pada perdagangan malam nanti diperkirakan sangat dipengaruhi oleh sejumlah data ekonomi Amerika Serikat.
Investor akan mencermati rilis Core Retail Sales, Retail Sales, Philly Fed Manufacturing Index, serta Unemployment Claims yang berpotensi menjadi katalis utama bagi pergerakan dolar AS dan harga emas.
Dupoin Futures memperkirakan data Retail Sales tumbuh 0,2%, lebih rendah dibandingkan realisasi sebelumnya sebesar 0,9%. Sementara Core Retail Sales diprediksi berada di 0,0%, turun dari 0,8% pada periode sebelumnya.
Â
Advertisement
Harga Emas Masih Tren Bearish
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4721216/original/051913900_1705711229-fotor-ai-2024012073928.jpg)
Menurut Dupoin Futures, apabila data penjualan ritel dirilis lebih rendah dari ekspektasi, kondisi tersebut dapat menjadi sinyal bahwa konsumsi masyarakat Amerika Serikat mulai melambat.
Skenario itu berpotensi melemahkan dolar AS sehingga harga emas memiliki peluang melakukan koreksi naik menuju area resistance US$ 4.079, meski tren utamanya masih bearish.
Sebaliknya, apabila data penjualan ritel lebih baik dari perkiraan, sentimen terhadap dolar AS diperkirakan kembali menguat.
Data yang solid menunjukkan daya beli masyarakat masih kuat sehingga memperbesar peluang Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama. Kondisi tersebut umumnya menjadi sentimen negatif bagi harga emas karena investor cenderung memilih aset berbasis dolar yang menawarkan imbal hasil lebih menarik.
Selain itu, pasar juga akan mencermati Philly Fed Manufacturing Index yang diperkirakan naik menjadi 12,7 dari sebelumnya 10,3, serta data Unemployment Claims yang diproyeksikan meningkat tipis menjadi 216 ribu dari sebelumnya 215 ribu.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas masih didominasi tren bearish. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas level US$ 4.079, potensi pelemahan menuju area 3.938 masih menjadi skenario utama.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572710/original/034284200_1777866003-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-04T103851.830.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297860/original/099954200_1784109220-cek_fakta_-_purbaya_kuis_tebak_nama_kota.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298224/original/042744300_1784155877-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298444/original/012761000_1784171006-Argentina_s_Leandro_Paredes__5__falls_as_he_battles_for_the_ball_with_England_s_Jude_Bellingham.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298306/original/004606900_1784166640-tuchel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298289/original/003845200_1784165599-063_2286277553.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298237/original/082194800_1784160981-England_head_coach_Thomas_Tuchel_talks_to_England_s_Jude_Bellingham.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298232/original/069179300_1784159975-England_s_Jude_Bellingham__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298228/original/014527500_1784157563-Argentina_s_Enzo_Fernandez__24__celebrates_england.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298219/original/046786200_1784155102-Argentina_s_Lautaro_Martinez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4893080/original/092267000_1721123116-finalissima.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298207/original/014755300_1784152342-000_C2B98B9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4943100/original/069960100_1726137609-20240912-Harga_Emas-ANg_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826293/original/061766900_1715176240-fotor-ai-20240508204951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2375572/original/090361500_1538739773-20181005-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805342/original/023824600_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_4.jpg)