AHY Sepakat Pesawat N219 Ideal Layani Penerbangan Perintis

Menko Bidang Infrastruktur AHY menuturkan, pesawat N219 buatan PTDI dapat dipakai di Papua, Kalimantan dan kondisi geografis yang menantang.

Diterbitkan 15 Juli 2026, 17:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI mengembangkan pesawat produksi lokalnya, N219. Dia sepakat jika N219 ini dimanfaatkan untuk melayani penerbangan di Tanah Air.

AHY bilang, wilayah geografis Indonesia memerlukan keandalan transportasi udaranya. Apalagi, bagi penerbangan-penerbangan antarpulau maupun jarak pendek sejenis penerbangan perintis.

"PTDI, nanti Pak Dirut bisa menjelaskan lebih rinci, dengan bangga telah mengembangkan produksi nasional yaitu N219. Ini pesawat yang bisa dikatakan ideal untuk kebutuhan rute penerbangan perintis di kondisi geografis yang juga menantang," kata AHY di Kantor Kemenko IPK, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

"Bisa digunakan di Papua, di Kalimantan, dengan gunung-gunung hutan yang lebat, memang tidak terlalu besar tapi justru taktis dan manuvernya bisa lincah," ia menambahkan.

AHY mengatakan, jika ada peluang dari permintaan pesawat N219, dia mendorong PTDI untuk melakukan produksi massal. Mengingat lagi, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dari N219 buatan PTDI sebesar 46 persen, sudah melampaui aturan yang ditetapkan pemerintah.

"Dengan demikian harapannya jika ada demand atau permintaan dalam negeri sendiri ini akan semakin mengembangkan industri penerbangan kita," tutur dia.

Berangkat dari Pasar Domestik

AHY turut memandang rencana tersebut sejalan dengan cita-cita meningkatkan kualitas dirgantara Tanah Air. Setiap negara, kata dia, lebih dahulu mementingkat keperluan domestiknya.

"Kalau ini kemudian menjadi salah satu pengungkit dan kebangkitan kedirgantaraan kita, kenapa tidak? Dan peluangnya ada, kemampuannya ada, tinggal kita ciptakan pasarnya, kita ciptakan permintaannya dan negara maju dimanapun pertama-tama berharap pada domestiknya dulu sebelum kita bisa menjual lebih luas ke pasar asing," bebernya.

"Negara maju manapun, termasuk mereka yang memulai industri otomotifnya, industri kereta, industri penerbangan, selalu pertama ada keberpihakan dari negara di pemerintah untuk menghadirkan permintaan yang memadai agar mereka bisa terus tumbuh dan melakukan inovasi yang diperlukan," imbuhnya.

Usulan Bos PTDI

Sementara itu, Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan mengungkap usulan masuk ke pasar komersial. Yakni, dengan mendorong pesawat produksi lokalnya, N219 digunakan di penerbangan perintis nasional.

"Kami tadi menghadap Pak Menko, di luar untuk military yang selama ini menjadi bisnis kami, kami juga sudah ingin mendapatkan hubungan untuk tentasif komersial," ujarnya.

"Kami sudah mendapat rujukan dari Pak Wamen Perhubungan, sudah bertemu untuk bagaimana pesawat N219 digunakan untuk penerbangan perintis," imbuh Gita.

 

Pesawat PTDI Dibeli Maskapai Lokal

Sebelumnya, Pemilik baru maskapai perintis SAM Air, PT Yasa Artha Trimanunggal bakal membeli 12 unit pesawat yang diproduksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Dua pesawat itu akan digunakan mulai 2025, tahun depan.

Direktur Utama Yasa Artha Trimanunggal Yenna Yuniana menyampaikan, pihaknya akan membeli 2 unit pesawat Cassa 212 dan 10 unit pesawat N219 dari PTDI. Ini tertuang dalam dokumen Non-Disclosure Agreement (NDA) yang ditandatangani pada 22 November 2024 lalu. Ini jadi langkah strategis pengembangan bisnis usai sebelumnya mengakuisisi SAM Air.

"Kami berharap, melalui akuisisi dan pengembangan armada ini, kami dapat memastikan distribusi pangan hingga ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau, memberikan akses pangan bergizi kepada seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali," ujar Yenna dalam keterangannya, Senin (25/11/2024).

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6